Dinkes Sumenep Akui Vaksinasi Tahap Dua Belum Rampung

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KESEHATAN: Proses vaksinasi dengan sejumlah para pejabat di Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Proses vaksinasi tahap kedua bagi pelayanan publik tidak kunjung tuntas. Salah satu kendala menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep kesadaran masyarakat masih lemah dalam mendukung program vaksinasi.

Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyana mengatakan, sejauh ini fungsi vaksin sangat menunjang dalam meminimalisir penyebaran wabah Covid-19. Namun kesadaran masyarakat masih terbilang minim. Padahal saat ini ketersediaan vaksin sudah dimaksimalkan.

Bacaan Lainnya

“Salah satunya masyarakat harus mendukung dengan meningkatkan kesadaran. Apalagi tahap kedua masih belum selesai sehingga tahap ketiga masih belum pasti,” katanya.

Dia mengatakan, hingga saat ini belum mengetahui, kapan berakhirnya pelaksanaan vaksinasi. Sebab, saat ini masih banyak masyarakat publik yang tidak ingin divaksin.

Apalagi saat ini, varian baru Covid-19 sudah terdeteksi di salah satu daerah di Madura. Mestinya itu menjadi cambuk atau kesadaran sendiri bagi masyarakat. Terutama yang masih belum menjalani vaksin.

“Meski aktif menjaga protokol kesehatan yang ketat dengan bervaksin belum tentu tidak tertular dan menularkan. Tetapi sejauh ini masih lebih efektif fungsinya,” imbuhnya.

Dijelaskannya, jumlah sasaran vaksin tahap kedua atau pelayanan publik di antaranya, klinik dan personel keamanan sebanyak 400 orang, pusat kesehatan masyatakat (puskeamas) Nonggunong sebanyak 100 orang, Arjasa sebayak 950 orang, Rubaru orang, Masalembu 760 orang, Batuputih 250 orang, dan Pasongsongan sebanyak 250 orang, serta sasaran puskesmas lainnya.

Agus menambahkan, jadwal penyelesaian vaksinasi masih belum dapat ditentukan. Intinya, segara mungkin akan diselesaikan. Sebab, vaksin saat ini sudah tersedia dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) ke Dinkes Sumenep, namun pelaksanaannya masih belum tuntas.

“Jumlah vaksin yang diterima adalah 1.760 vial, dan 1 vial itu untuk 10 dosis. Jadi pengiriman tahap kedua ini adalah untuk 17.600 vaksin,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, sasarannya vaksin tahap kedua selain untuk pelayan publik juga lansia. Objeknya tidak menentu sebab proses pendaftarannya via online dari masing-masing institusi dan organisasi perangkat daerah (OPD) melalui pusat data teknologi dan informasi (pusdatin). (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *