Dinkes Sumenep Kesulitan Dapat Dokter Spesialis untuk Tugas di Kepulauan

  • Whatsapp
(FOTO: AGUS MULYONO FOR KM) TUGAS BERAT: Kebutuhan beberapa dokter spesialis untuk RS Abuya tidak kunjung bisa didapat.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjasa yang resmi dioperasikan tahun 2020 lalu, belum memiliki dokter spesialis. Sejatinya, manajemen rumah sakit di wilayah kepulauan itu pernah mengajukan kebutuhan dokter spesialis itu ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Moh Nur Insan menyampaikan, untuk memaksimalkan layanan, pihaknya melakukan beberapa upaya alternatif. Namun, hingga saat ini, upaya itu belum membuahkan hasil. 

Bacaan Lainnya

Di antara yang belum sesuai harapan, yakni menyekolahkan dokter di Sumenep agar memenuhi syarat menjadi dokter spesialis, terutama masyarakat kepulauan. Sehingga meminta Pemprov Jatim agar membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis itu, termasuk insentifnya. 

“Kami sudah lama mengajukan, tetapi masih menunggu SOTP. Sehingga tidak ada kepastian atau jawaban terkait upaya itu,” kata Nur Insan, Senin, (15/11/2021).

Menurutnya, agar pelayanan RS Abuya lebih maksimal, minimal harus ada empat dokter spesialis, yakni mulai dari spesialis kandungan, anak, bedah dan penyakit dalam. Sementara, semua kebutuhan itu  belum bisa dipenuhi satu pun. 

Untuk tenaga medis lain, diklaim sudah memenuhi standar. Artinya keberadaanya sesuai dengan kebutuhan. Tetapi di aspek yang lebih urgen, masih baru diupayakan. 

“Kalau seperti pelayanan dan tambahan fisik sudah berjalan. Tinggal proses untuk keberadaan dokter spesialis,” imbuhnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M Syukri menyayangkan atas keberanian pemerintah  meresmikan rumah sakit tersebut. Karena dengan diresmikan, maka kegiatannya harus didukung oleh terpenuhinya semua aspek, mulai dari fasilitas dan kesiapan tenaga medisnya. 

Politisi PPP itu mendesak Dinkes Sumenep segera menemukan dokter spesialis itu. Alasannya, jaminan kesehatan harus merata ke seluruh wilayah di Sumenep, terutama wilayah kepulauan.

“Itu RSUD kan. Nah kalau rumah sakit, pelayanannya harus lebih lengkap. Jangan hanya sekadar diresmikan, pemerintah harus benar-benar serius mengawal,” ujar dia. 

REPORTER MOH RAZIN

REDAKTUR: WAWAN A. HUSNA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *