Dinkes Sumenep Optimalkan Pelayanan Kesehatan di Masa Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Razin) Kepala Dinskes Sumenep Agus Mulyono

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Di masa mewabahnya Covid-19, tenaga medis berdiri di garda paling depan. Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep berperan aktif. Selain memaksimalkan pencegahan, juga memberikan pelayanan dan mempersiapkan berbagai perencanaan, sebagai peningkatan fasilitas kesehatan.

Kadinkes Sumenep, Agus Mulyono mengatakan, maksimalnya pelayanan berada di 30 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), tersebar di 27 kecamatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius, terutama semenjak awal tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Kami tim kesehatan, selain memerangi wabah Covid-19 ini, memang tetap melaksanakan persiapan yang sudah menjadi komitmen untuk peningkatan, mulai dari persiapan fasilitas, tenaga yang kompeten di puskesmas, agar masyarakat cepat tertangani,” katanya, Rabu (18/11/2020).

Termasuk persiapan menuju badan layanan umum daerah (BLUD) yang terus menerus disiapkan. Bahkan, jika tidak ada instruksi dari pusat terhadap batasan beberapa layanan, maka tahun ini, sesuai target sudah ada puskesmas yang berstatus BLUD.

Dia menegaskan, mewabahnya Covid-19, selain ujian secara internasional, juga dijadikan pecutan semangat untuk tetap bekerja profesional, mulai melayani segala keluhan masyarakat dan mempersiapkan BLUD dan proses akreditasi.

“Kami turun ke masyarakat, memberikan pemahaman dan kesadaran untuk gemar hidup sehat, misalnya di masa mewabahnya Covid-19, pasti setiap kegiatan kami kirim tenaga medis, secara umum panduan kesehatan pasti dikampanyekan, mencegah lebih baik dari pada mengobati,” ucapnya.

Dia menyampaikan, untuk persiapan BLUD sudah 90 persen, termasuk persiapan akreditas puskesmas, saat ini sudah 100 persen. Sehingga, ketika sudah diselenggarakan nanti, maka puskesmas langsung sigap. Apalagi program akreditasi puskesmas dijalankan sejak 2014.

Dijelaskan, akreditasi merupakan bukti bahwa pusat pelayanan dasar tersebut sudah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kriteria penilaian akreditasi puskesmas, meliputi sejumlah aspek. Diantaranya, ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras), sumber daya manusia (SDM) pegawai, manajemen, peralatan medis, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kan memang ditunda pelaksanaannya, seandainya dilaksanakan, persiapan kami sudah, dan tentunya akan lain lain hasilnya nanti, dari kreteria penilaian itu kami sudah sesuai ketentuan,” pungkasnya. (ara/ito/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *