Dinsos Bangkalan Pasrahkan Labelisasi Rumah PKH ke Pendamping

(FOTO: FERY FOR KM) MINIM ANGGARAN: Dana labelisasi rumah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Bangkalan ke pendamping.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Rencana Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan labelisasi rumah Penerima Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai direalisasikan. Dalam dua bulan ini, ditarget 25 desa yang akan dilakukan penempelan label penerima dua bantuan tersebut. Untuk pelaksana di lapangan, diserahkan ke pendamping PKH.

Sebab kondisi keuangan di Dinsos cukup mengkhawatirkan akibat refocusing anggaran. Apabila tetap memaksa untuk dianggarkan pada akhir tahun ini sangat tidak memungkinkan. Sehingga diserahkan kepada pendamping berdasar kesepakatan. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Bangkalan Sukardi, Minggu (28/11/2021).

Menurutnya, untuk tahun 2022 akan mengalokasikan dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD). Sehingga pendamping PKH tidak lagi terbebani pembelian cat  untuk labelisasi secara mandiri. Dimana setiap cat berupa pilox seharga Rp30 hingga Rp35 ribu. Untuk satu cat pilox ini, bisa digunakan di 20 rumah.

Bacaan Lainnya

“Yang dibebankan kepada pendamping PKH hanya tahun ini maksimal 25 Desa, sisanya nanti akan kami anggarkan di tahun 2022,” ujarnya.

Data terakhir,  penerima PKH di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak  triwulan ke tiga tahun 2021 mencapai 52.208 jiwa. Sedangkan untuk BPNT mencapai 82.347 jiwa. Dia berharap, labelisasi  ini bisa tuntas pada akhir Desember nanti. Sehingga Januari 2022 mendatang pendamping PKH tidak membeli cat secara mandiri.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Subaidi memaklumi, jika memang Dinsos memasrahkan labelisasi ke pendamping PKH. Sebab anggaran di instansi tersebut banyak yang direfocusing. Bahkan diusulkan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tidak memungkinkan, lantaran menjelang akhir tahun.

“Kami sudah meminta Dinsos agar melakukan pengajuan penganggaran tahun depan. Karena jika membuat program, ya harus diperhatikan juga. Jangan sudah melakukan tupoksinya tapi masih mengeluarkan biaya secara mandiri,” sarannya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan