oleh

Dinsos Bangkalan Punya Tanggungan Bantuan Sembako Rp6,9 M

KABARMADURA.ID, Bangkalan –  Bantuan sembako kepada para santri dan disabilitas masih menyisakan masalah. Kendati bantuan sudah disalurkan kepada penerima namun pembayaran kepada penyedia jasa atau pihak ketiga belum juga dilunasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan.

Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta mengatakan, tahapan kontrak dengan penyedia jasa belum selesai. Hal itu karena dalam pembayaran itu harus ada beberapa persetujuan yang harus ditanda tangani. Sehingga saat ini masih menunggu proses pembayaran.

“Penyaluran sudah final, tinggal pembayaran ke penyedia jasa atau pihak ketiga,” ujarnya, Selasa (6/10/2020).

Dikatakan Wibagio, jika total anggaran sudah terealisasi. Sementara saat ini tinggal penyelesaian laporan atas program tersebut.

“Kurang lebih anggaran Rp6,9 miliar diberikan kepada 367 disabilitas dan 46.170 santri pondok pesantren,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Muhammad Hotib meminta agar dalam laporan diperjelas jumlah pondok pesantrenyang menerima bantuan itu. Ditegaskannya, pada saat pembahasan dengan banggar tidak ada rincian ponpes mana saja yang mendapatkan bantuan.

“Sebenarnya rasional aja jika anggaran segitu dengan penerima sebanyak itu, tapi kami mintanya diperjelas saja penerimanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, hal itu agar tidak terjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Maka dalam laporan realisasi harus lebih transparan, termasuk nama dan jumlah ponpes yang menerima bantuan.

“Seharusnya ada rincian pondok pesantren A jumlah santrinya sekian ribu. Jangan anggaran segini dengan 46 ribu santri, intinya harus detail dan transparan,” tukasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed