Dinsos Kabupaten Sampang Hanya Menyediakan Bantuan Berupa Nasi Bungkus untuk Korban Terdampak Banjir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PENANGANAN: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menyediakan bantuan berupa nasi bungkus terhadap masyarakat terdampak banjir.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, untuk membendung bencana banjir belum menemukan solusi. Kondisi di lapangan, selama 2020 hingga 2021 ini sudah terhitung lima kejadian banjir. Di tahun 2020 bencana banjir terjadi pada bulan Desember sebanyak tiga kali kejadian. Selanjutnya, awal tahun 2021 tepatnya bulan Januari terjadi dua kali bencana banjir daerah kota.

Atas kejadian bencana tersebut, pemkab memberikan bantuan terhadap masyarakat, berupa penanggulangan sementara melalui program dapur umum (DU). Yakni, menyediakan bantuan berupa makanan siap saji. Hal tersebut diungkapkan,  Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, Erwin Elmi Syahrial, Rabu (13/01/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, program pendirian posko DU merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak banjir. Hanya saja, bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat bukan berupa sembako, melainkan bungkusan makanan siap saji. “Untuk membantu masyarakat terdampak banjir, kami hanya beri nasi bungkus saja, kalau untuk rumah masyarakat yang rusak karena banjir itu tidak ada, tidak juga dalam bentuk sembako,” ujarnya.

Dia menuturkan, anggaran untuk mendirikan posko DU tersebut hanya Rp33 juta. Bahkan, besaran dana untuk dua kejadian hanya disediakan satu DU. Padahal wilayah terjadinya banjir cukup luas. Selain itu, serapan anggaran dana tersebut sudah mencapai 40 persen. Menurutnya, minimnya jumlah anggaran lantaran dua tahun sebelumnya tidak terjadi banjir.

“Jika nanti kurang, bisa menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) yang disediakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Semoga saja tidak terjadi banjir lagi,” tuturnya.

Kendati demikian, kondisi terjadinya banjir tersebut berdasarkan pantauan sebelumnya, dua kali dalam satu tahun. Namun dirinya tidak bisa memprediksi, terjadinya bencana tersebut. Sebab tergantung curah hujan, tetapi berdasarkan kejadian sebelumnya, banjir di Sampang terjadi di awal tahun dan akhir tahun.

“Kondisinya tidak menentu, karena tergantung cuaca. Yang jelas ketika ada banjir kami buka DU, dan nasinya itu ribuan,” jelasnya.  (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *