Dinsos Pamekasan Gelar Rakor Peningkatan Kapasitas SIKS-NG

  • Whatsapp
KM/ALI WAFA KERJA KERAS: Kadinsos Pamekasan Mochammad Tarsun (mengenakan udeng) saat membuka rakor peningkatan kapasitas SIKS-NG di Hotel Berlian, Kamis (25/11/2021)

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan menggelar rapat koordinasi (rakor), Kamis (25/11/2021). Rakor tersebut digelar di Hotel Cahaya Berlian dalam rangka peningkatan kapasitas sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG).

Rakor tersebut diikuti oleh 189 operator SIKS-NG dari seluruh desa dan kelurahan di Pamekasan. Dinsos memfasilitasi seluruh operator dengan rompi SIKS-NG dan dikenakan secara bersama saat Kepala Dinsos Pamekasan Mochammad Tarsun membuka rakor.

Bacaan Lainnya

Pria yang akrab dipanggil Tarsun itu menjelaskan, rakor tersebut juga untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) program keluarga harapan (PKH). Seluruh SDM PKH dan operator SIKS-NG didorong untuk mendukung bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran.

“Karena pintu dari DTKS itu berada pada operator SIKS-NG di desa maupun di kelurahan,” ucap Tarsun.

Ia menilai, peran operator SIKS-NG sangat penting. Sebab, operator bertugas memasukkan dan mengeluarkan penerima bansos dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Karena itu, operator didorong untuk cepat melakukan pemutakhiran DTKS.

Selain itu, ia mengutarakan, SDM PKH dan operator SIKS-NG harus memahami indikator masyarakat prasejahtera. Bahkan menurutnya, operator dan SDM PKH harus tegas dalam memasukkan ataupun mengeluarkan warga yang memenuhi maupun yang tidak memenuhi indikator prasejahtera.

Pihaknya juga mengevaluasi kinerja operator SIKS-NG di desa dan kelurahan. Sejauh ini, operator cenderung lambat dalam memperbaharui data. Karena itu, tim data di Dinsos kerap kesulitan dalam mempebarui DTKS karena umpan balik dari operator sering lambat.

Sementara pembaruan data oleh operator harus dilakukan sekali setiap bulan. Dari data tersebut, Dinsos memperbarui DTKS kepada Kemensos setiap tiga bulan sekali. Dengan rakor tersebut, diharapkan ada peningkatan keterampilan dalam mengoperasikan aplikasi SIKS-NG.

“Kecerdasan dan kepedulian sosial harus dimiliki oleh semua SDM PKH dan operator SIKS-NG,” pungkas Tarsun.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *