Dinsos Pamekasan Pastikan Rekrutmen Pendamping Setiap Tahun 

News67 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Total honor pendamping program Simpati Lanjut Usia (Lansia) tembus Rp180 juta selama setahun. Puluhan juta itu, nantinya akan direalisasikan untuk 15 pendamping yang sudah direkrut sebagai pendamping sejak tahun 2021 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso, Rabu (20/9/2023).

Menurutnya, satu orang petugas pendamping bertanggung jawab memberikan pendampingan terhadap warga yang memperoleh program tersebut di satu kecamatan. Sedangkan, dari instansinya ada dua petugas yang mengakomodir koordinasi dan komunikasi lintas kecamatan. Meski sudah maksimal, pemantauan terhadap evaluasi pendampingan tetap dilakukan.

Baca Juga:  Atlet Panjat Tebing Sampang Tumpuk Utang usai Gagal Naik Podium

“Tujuannya, agar bisa mengadvokasi program ini (Simpati Lansia red) hingga tepat sasaran. Intinya, kami hanya memastikan program ini berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Pihaknya menuturkan, setiap tahun akan ada rekrutmen petugas pendamping. Para pendaftar harus memenuhi beberapa kriteria. Masing-masing, memiliki komitmen dan integritas serta persyaratan administrasi lainnya. “Jadi evaluasi ini menjadi rangkaian satu kesatuan yang kami lakukan,” tuturnya.

Dijelaskan, ada 412 orang penerima program Simpati Lansia. Rata-rata penerima program tersebut dari setiap kecamatan, kisaran 30 orang hingga 40 orang. Sehingga, setiap pendamping bertanggung jawab memastikan terdistribusinya program tersebut. Yakni, berupa bantuan makanan dua kali sehari dan memastikan kesehatannya terpantau dengan baik.

Baca Juga:  Warga Bangkalan Ditemukan Tewas Dibacok, Diprediksi Pembunuhan Berencana

Apabila kurang sehat bisa dikoordinasikan dengan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) agar bisa tertangani. Sebab Pemkab Pamekasan sudah menerapkan program Universal Health Coverage, dimana setiap layanan yang diberikan dilaksanakan secara gratis.

“Saya kira cukup ya, karena memang setiap kecamatan tidak terlalu banyak dalam artian masih ideal,” tegasnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Totok Iswanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *