Dinsos Sampang Akui Bingung Atasi Aduan Penyaluran BPNT

  • Whatsapp
(KM.JAMALUDDIN) BINGUNG: Kepala bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang M. Nashrun mengaku bingung dengan banyaknya laporan penyaluran BPNT yang diduga tidak sesuai prosedur.

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, mengaku kebingungan untuk mengatasi aduan tentang penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak dinilai tidak sesuai prosedur, termasuk aduan tentang pemangkasan jumlah BPNT di lapangan.

Kepala bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang M. Nashrun mengatakan, dirinya memang sering menerima laporan dari masyarakat, serta lembaga kemasyarakatan, terkait adanya pemotongan BPNT.

Bacaan Lainnya

Namun setelah pihaknya bergegas turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran laporan itu, pihaknya tidak pernah menemukan bukti terkait laporan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut.

“Kami bingung, banyak laporan tapi saat kami turun ke lapangan tidak ada masalah,” ungkapnya, Kamis (20/2/2020).

Pihaknya mengklaim, selama ini sudah melakukan sosialisasi secara maksimal tentang teknis penyaluran BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bahkan, pihaknya secara khusus memberikan pendampingan agar KPM paham dengan mekanisme penyalurannya, serta besaran nominal yang didapat.

“Untuk menghindari permasalahan tersebut, saya harap KPM mengambil sendiri bantuannya,” tuturnya

Dirinya berdalih, sejauh ini penyaluran BPNT kepada KPM berjalan sesuai prosedur yang ada. Oleh karenanya, dirinya merasa bingung ketika ada laporan dari masyarakat, terkait persoalan penyaluran BPNT di lapangan.

Padahal menurutnya, penyaluran BPNT diberikan langsung oleh pendamping pada KPM melalui e-warung. Dirinya berharap, agar masyarakat dapat mengambil bantuan BPNT di e-warung desa setempat untuk mempermudah rekapan data KPM BPNT nanti.

“Mengambil bantuan BPNT boleh dimana saja, tapi kalau sekiranya bisa saya harap ngambil di desanya, hal itu untuk mempermudah direkapan data BPNT,” tutupnya (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *