oleh

Dinsos Sampang, Pembaharuan Data DTKS Setengah Hati

KABARMADURA.ID, Sampang – Hingga saat ini Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak dilakukan pembaharuan secara menyeluruh. Adanya wabah Covid-19 pada bulan Maret sampai bulan Agustus tercatat tidak ada updating data. Namun, pembaharuan data untuk penerima bantuan tetap dilakukan.

Kepala bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang Nashrun menuturkan, dalam melakukan pembaharuan DTKS dilakukan empat kali dalam satu tahun. Tetapi, karena wabah Covid-19 maka sejak dari bulan Maret tidak ada pembaharuan data.

Adapun untuk data penerima bantuan tetap dilakukan. Sebab ada sebagian data yang tidak sesuai, sehingga butuh dipadankan, dan didaftrkan kembali ke apliksi tersebut.

“Proses pembaharuan data itu dilakukan tiga bulan sekali, tetap dari maret itu sempat terabaikan akibat Covid ini,” ungkapnya, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, fungsi adanya pembaharuan DTKS tersebut untuk mengetahui dan memastikan program-program bantuan dari pusat. Pembaharuan sifatnya perlindungan sosial  dan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Namun, karena banyak yang tidak diperbaharui secara menyeluruh maka bantuan banyak yang terhapus.

Selain itu, lanjut Nashrun, biasanya operator mendatangi ke rumah yang bersangkutan untuk diminta perbarui data kependudukannya, Sehingga di fotocopy dan diberikan kepada operator di entri data. Adapun DTKS sementar ini 100.508 ribu lebih, tetapi yang sudah diperbaharui itu masih sedikit, sehingga akan dimaksimalkan untuk tahun 2021.

“Untuk perbaikan data kependudukan ini butuh waktu, masyarakat tidak langsung memperbaharui, sehingga kedepan kami akan bekerjasama dengan dispendukcapil” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala DIspendukcapil Sampang Edi Subinto membenarkan, jika Dinsoa bekerjasama dengan Dispendukcapil dalam melakukan pembaharuan DTKS. Saat ini pihaknya masih menunggu pengajuan terkait rencana kerjasama tersebut.

“Ia benar, tetapi data itu dari dinsos untuk dilakukan pembaharuan,  jika data itu belum akurat dan butuh verifikasi ke lapangan, kami sampaikan ke dinsos,” singkatnya. (mal/mam)

Komentar

News Feed