Dinsos Sumenep Ajukan Tambahan Bansos untuk 25 Desa Miskin Ekstrem

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MASIH MISKIN: Berbagai bantuan yang masuk Sumenep belum menjadi solusi untuk 25 desa di lima kecamatan di Sumenep.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Tingkat kemiskinan di Sumenep dalam dua tahun terakhir meninggi. Terdapat 25 desa di lima kecamatan yang masuk kategori miskin ekstrem di Kota Keris ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep M Ramli mengatakan, penentuan desa-desa tersebut berkategori miskin ekstrem berdasarkan keputusan Kementerian Sosial (Kemensos) yang terhimpun dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial  (DTKS) tahun 2020.

“Data itu juga berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep semester 1 tahun 2021,” kata Ramli. Minggu, (5/12/2021).

Bacaan Lainnya

Untuk mengatasi persoalan itu, Ramli mengajak masyarakat untuk gotong royong mengentaskannya, tidak melulu bergantung kepada pemerintah. Lima kecamatan yang memiliki desa miskin ekstrem itu antara lain Arjasa, Batang-Batang, Lenteng, Pragaan dan Sapeken (detailnya di data grafis).

Kepala Dinsos Sumenep Moh Iksan mengaku telah mengajukan tambahan bantuan ke Kemensos, agar dapat mendongkrak status kemiskinannya.

“Sebagai solusi memang selama ini sudah ada program PKH, BPNT, BST kementerian, sebentar lagi dari BST APBD. Kami juga telah mengajukan 5 kecamatan dan masing-masing 5 desa dalam kecamatan tersebut,” tutur dia.

Kondisi itu menurut Moh Dahlan, salah seorang ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang masuk kategori miskin ekstrem mengaku sudah ada pengajuan tambahan bantuan untuk masyarakat.

“Sudah ada pengajuan lagi, termasuk untuk mendapatkan PKH, BLT DD dan beberapa bantuan lainnya,” kata Moh Dahlan.

Terkait kategori miskin ekstrem sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sumenep masuk daerah yang masih terperangkap di zona kemiskinan. Dikatakan, ada indikator tertentu, namun keberadaan pengemis bukan masuk komponennya.

“Kemiskinan ekstrem yang dimaksud mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu belanja masyarakat sebesar 1,9 US dollar purchasing power parity  (PPP) per hari,”  demikian kata Khafifah beberapa waktu lalu.

DATA DESA MASUK MISKIN EKSTREM
Arjasa
Jumlah penduduk: 31.641
Jumlah rumah tangga: 13.134
Desa Kolo-Kolo, Paseraman, Sawah Sumur, Gelaman dan Pajanangger.

Batang-Batang
Jumlah penduduk: 19.012
Jumlah rumah tangga: 11.041
Desa Nyalabakan Barat, Yanlabakan Timur, Tamidung, Batang-Batang Daya dan Kolpo

Lenteng
Jumlah penduduk: 19.676
Jumlah rumah tangga: 10.516
Desa Lembung Timur, Moncek Timur, Banaresep Timur, Lenteng Barat dan Bilapora Rebba.

Pragaan
Jumla penduduk: 21.721
Jumlah rumah tangga: 11.395
Desa Sentol Daya, Pragaan Daya, Jaddung, Pragaan Laok, Karduluk

Sapeken
Jumlah penduduk: 16.671
Jumlah rumah tangga: 10.319
Desa Sabunten, Sapeken, Saseel, Sepanjang dan Pegerungan Kecil.

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan