Dinsos Sumenep Akan Perbaharui Data Gakin

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) LANGKAH CERDAS: Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumenep, akan melakukan pemutakhiran data warga miskin (gakin) tahun ini.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Upaya untuk meminimalisir bantuan sosial (bansos) yang sering tidak tepat sasaran mulai menemukan langkah jelas. Yakni, akan melakukan pemutakhiran data bagi warga miskin (gakin). Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, Moh. Ikhsan, Kamis (8/4/2021).

Pada dasarnya, program pemutakhiran data gakin merupakan perintah dari pusat. Saat ini, program tersebut sudah disetujui dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemberian bantuan sesuai sasaran. Sebab, selama ini data gakin sebagai penerima bantuan yang digunakan merupakan hasil rilis tahun 2014.

Bacaan Lainnya

“Nanti tinggal mematangkan agenda sebelum program pemutakhiran data ini dikerjakan. Sebenarnya, petunjuk pemutakhiran data ini sejak tahun 2020 kemarin. Dengan maksud, agar masyarakat penerima bantuan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, melalui agenda pemutakhiran data, program bansos terealisasi terhadap warga yang memang benar-benar membutuhkan bantuan. Menurutnya, program bansos yang dimaksud tidak hanya berupa pemberian sembako. Melainkan, pemberdayaan bagi gakin juga masuk dalam program bansos.

“Insyallah kami akan menindak jika nanti memang ada beberapa bantuan yang tidak tepat sasaran. Tujuan kami memang, masyarakat miskin itu sudah masuk ke data. Inilah fungsinya pemutakhiran data. Jadi mohon doanya agar rencana ini bisa dilakukan dengan baik. Karena menyangkut ketepatan sasaran bansos kepada masyarakat,” harapnya.

Jika dalam proses pemutakhiran data, lanjut Moh. Ikhsan ditemukan ada beberapa masyarakat yang mampu yang memperoleh bantuan, maka akan ditindak agar mengundurkan diri.  Salah satu tindakannya, yakni pemberian stiker yang akan ditempelkan ke setiap rumah warga mampu.

“Biasanya, kalau sudah mau dikasih tanda, mereka tidak mau, entah karena alasan malu, dan lain-lain. Nah, bila nanti yang bersangkutan ini tidak mau, maka kami akan meminta ia untuk mengundurkan diri secara sukarela. Begitulah cara kami,” jelasnya. (km62/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *