oleh

Dinsos Sumenep Enggan Ajukan CBP

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Beberapa tahun terakhir, Dinas sosial (Dinsos) Sumenep tidak menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP). Padahal,  beberapa waktu lalu bencana alam, seperti banjir, longsor dan bencana lainnya terjadi di Kabupaten di ujung paling timur Pulau Madura itu.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (Dinsos) Sumenep Hadi Kusno Bowo mengatakan, CBP dalam setiap tahun tidak mungkin diajukan. Karena untuk menyalurkan CBP harus ada laporan dari pihak kepala desa melalui camat diajukan kepada pemerintah kabupaten (pemkab), serta  berdasarkan surat keputusan (SK) bupati.

“Tahun ini tidak diajukan,” katanya, Kamis (4/3/2021).

Dikatakannya, sekitar empat tahun yang lalu CBP diajukan. Yakni, sebanyak 5 ton. Pengiriman dan pendistribusian dapat menggunakan belanja tidak terduga (BTT). Berdasarkan Permensos Nomor 22 Tahun 2019 tentang prosedur dan mekanisme penyaluran CBP pemerintah untuk penanggulangan keadaan darurat bencana dan kerawanan pangan pasca bencana.

“CBP dalam rangka penanganan bencana,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, Dinsos tidak hanya menunggu laporan dari bawah. Tetapi, terus memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang adanya program CBP. Sehingga, masyarakat mengetahui akan adanya bantuan tersebut.

“Harus jemput bola, tidak harus menunggu bola,” ujarnya.

Sukri meminta, agar pemerintah senantiasa peka terhadap keadaan masyarakat sekitar. Sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat terpenuhi. Termasuk ada CBP ketika terjadi bencana.

“Sangat disayangkan, jika CBP dari tahun ketahun tidak diajukan,”pungkasnya. (imd/mam)

 

Komentar

News Feed