Dinsos Sumenep Verifikasi Data Penerima Bansos Lansia

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BANTUAN: Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) untuk penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) masih belum ada kejelasan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) untuk penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) masih belum ada kejelasan. Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep masih belum bisa memastikan terkait realisasi bantuan tersebut. Namun sesuai usulan, masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan Rp3 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinsos Sumenep Fajarisman mengatakan, bansos untuk disabilitas dan lansia sudah biasa setiap tahunnya. Untuk saat ini masih dalam tahap verifikasi berkas KPM.

Bacaan Lainnya

“Yang pasti kami sudah mengajukan, tetapi terkait jumlahnya masih belum bisa disampaikan, takut nanti tidak sesuai dengan yang disetujui, tetapi jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujar Fajar.

Fajar menjelaskan, pada tahun lalu bantuan untuk penyandang disabilitas ditargetkan 100 orang saja dari sekitar 1.547 orang yang terdata. Selain itu menargetkan 100 lansia dari jumlah data 12 ribu lansia. Dengan nominal bantuan Rp250 ribu perbulan.

Dikatakan Fajar, skema proses pencairan bantuan tahun ini diberikan dalam tiga tahap dengan nominal Rp1 juta. Untuk realisasinya masih belum bisa dipastikan, dimungkinkan bisa terealisasi pada pertengahan tahun.

“Insya Allah nanti jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Kami berharap begitu,” imbuhnya.

Masih menurut Fajar, dalam bansos disabilitas dan lansia menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Sehingga dalam setiap tahunnya kenaikan anggaran tersebut tidaklah besar, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Sementara untuk masyarakat terlantar, misalnya seperti pengemis, Fajar menambahkan, setiap bulan sudah dilakukan sosialisasi dan penjaringan, bahkan sering dibawa ke rumah penampungan milik Dinsos Sumenep. Termasuk anggaran sosialisasi atau pembinaan hanya disediakan Rp15 juta setiap tahunnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *