Dinyatakan Terinfeksi Covid-19, Legislator Bangkalan Tuntut Timgas lantaran Hasil Swabnya Negatif

  • Whatsapp
(Foto: KM/FA'IN NADOFATUL M) NEGATIF: Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hosyan Mohammad menunjukkan hasil swab dari RS Siloam Surabaya.

Kabarmadura.id/BANGKALAN- Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan yang reaktif Covid-19 berdasarkan rapid tes, kembali menuai polemik.

Kali ini, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hosyan Mohammad melakukan rilis tanpa didampingi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan.

Dirinya menyampaikan, bahwa telah melakukan pemeriksaan cepat atau rapid tes dan swab tenggorokan.

Hasilnya diketahui dia menunjukkan non-reaktif atau bersih dari Covid-19. Dia memilih melakukan pemeriksaan di rumah sakit yang ada di Surabaya, karena merasa tidak percaya dengan hasil pemeriksaan rapid tes dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

Sebelumnya, Dinkes Bangkalan yang diminta untuk melakukan pemeriksaan pada anggota legislatif Bangkalan menunjukkan ada 4 anggota dewan dan 11 staf yang reaktif covid-19.

“Awalnya saya memang tidak mau diisolasi di Balai Diklat, karena setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit Surabaya, hasilnya non-reaktif Covid-19,” ujarnya, Kamis (30/4/2020).

Setelah hasil rapid tes bersih dari Covid-19, Hosyan tetap melakukan pemeriksaan swab tenggorokan di rumah sakit tersebut untuk benar-benar memastikan hasilnya.

Hasil tersebut, Hosyan dinyatakan non-reaktif berdasarkan hasil pemeriksaan rapid tes dan swab tenggorokan. Sehingga, dia meminta agar tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan dan Dinkes Bangkalan untuk mengembalikan nama baiknya yang sudah distempel masyarakat bahwa dia merupakan legislatif yang terinfeksi Covid-19.

“Alhamdulillah, hasilnya dinyatakn non-reaktif baik berdasarkan rapid tes maupun swab tenggorokan. Jadi, saya sebagai anggota dewan bisa berkantor dan melayani masyarakat kembali,” tuturnya.

Dia mengaku, pemeriksaan mandiri yang dilakukannya tersebut, menggunakan uang pribadi. Alasannya, setelah informasi dirinya dinyatakan reaktif berdasarkan rapid tes, dia dan keluarganya dikucilkan oleh masyarakat Klampis, di mana tempat ia tinggal.

Bahkan, Hosyan menyebut, ketika anak dan istrinya keluar dijauhi oleh semua tetangganya.

“Saya ingin nama baik saya dikembalikan oleh Dinkes Bangkalan. Agar nama saya pulih kembali, agar keluarga saya tidak ditakuti dan dikucilkan oleh masyarakat. Minimal harus minta maaf,” terangnya.

Dia mengungkapkan, melakukan pemeriksaan swab tenggorokan di rumah sakit Surabaya, Senin (27/4/2020) dan hasilnya 2 hari kemudian yakni Rabu (29/4/2020).

Dari 4 anggota yang dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan rapid tes oleh Dinkes Bangkalan, 3 lainnya termasuk Hosyan dan Mahmudi yang sebelumnya juga melakukan pemeriksaan mandiri di rumah sakit Surabaya dinyatakan non-reaktif Covid-19.

“Saya, Mahmudi dan As’ad melakukan pemeriksaan kembali secara mandiri dan hasilnya non-reaktif. Untuk Mahmudi dan As’ad hasil swabnya masih belum keluar. Tapi sangat disayangkan Sonhaji tidak mau melakukan pemeriksaan mandiri kembali di Surabaya,” paparnya.

“Atas masalah ini saya tidak menuntut kerugian materiil, hanya minta dikembalikan nama baik saya melalui pernyataan langsung dari mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Mahmudi juga mengaku berencana melakukan pemeriksaan kembali beserta swab tenggorokan. Sebab, untuk melakukan swab tenggorokan, dirinya harus menunggu 10 hari lagi. Rencananya, Mahmudi akan melakukan swab mandiri di rumah sakit Surabaya, Jumat (1/5/2020).

“Prosedurnya begitu, mungkin besok saya baru bisa melakukan swab tenggorokan untuk memastikan,” ujarnya.

Berbeda dengan Hosyan, masih menurut politisi dari Partai Hanura ini, jika hasil swab tenggorokan yang ia lakukan nanti menunjukkan hasil non-reaktif Covid-19, maka, dia hanya meminta kepada Dinkes Bangkalan untuk lebih mensosialisasikan apa itu pemeriksaan rapid tes pada masyarakat agar tidak memberikan stempel reaktif covid-19 berarti terkena covid-19.

“Itu yang digunakan alatnya oleh Dinkes merk murah tapi dikatakan mahal. Saya yakin jika masyarakat Bangkalan dirapid tes lebih dari 10 ribu orang akan dinyatakan reaktif Covid-19,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *