oleh

Dipangkas untuk Penanganan Covid-19, Anggaran Kegiatan DPRD Sampang Tersisa Rp6 M

Kabarmadura.id/Sampang-Pasca turunnya Surat Keputusan Bersama (SKB) bernomor 119/2813/SJ dan Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, dalam rangka penanganan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional. Maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, langsung melakukan refocusing atau perubahan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Sekertaris DPRD Sampang Moh. Anwari Abdullah mengungkapkan, berdasarkan SKB dua menteri itu, maka semua anggaran kedewanan dipotong 50 persen, baik anggaran pengadaan barang dan jasa maupun belanja modal.

Dirinya menjelaskan, pagu aanggaran belanja barang dan jasa kedewanan selama 2020 ditetapkan sebesar Rp23 miliar. Anggaran itu sudah terserap sekitar 33 persen atau senilai Rp7,8 miliar. Kemudian, sisa anggaran itu dirasionalisasi Rp8,7 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang sudah terealisasi dan rasionalisai senilai Rp17 miliar.

“Setelah dirasionalisasi anggaran hanya tinggal sekitar Rp6 miliar untuk pembiayaan kedewanan selama sembilan bulan kedepan,” ucap Moh Anwari Abdullah kepada Kabar Madura, Kamis (23/4/2020).

Dirinya menjelaskan, pemangkasan anggaran kedewanan itu sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian para pimpinan dan anggota dewan terhadap dampak wabah Covid-19. Dirinya mengaku, para pimpinan dan anggota dewan sangat koperatif dalam mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah tersebut.

Dirinya menjabarkan, anggaran yang dipangkas itu, meliputi kegiatan bimtek pimpinan dan anggota, perjalan dinas pimpinan dan anggota ke luar daerah, studi banding, konsultasi alat kelengkapan dewan dan komisi. Pemotongan tersebut, menyeluruh di semua pos belanja langsung, mulai dari program pelayanan administrasi, peningkatan sarana prasarana, kapasitas SDM dan semacamnya, bahkan untuk sebagian kegiatan ada yang dikepras hingga 100 persen.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada pimpinan dan anggota atas kepedulian terhadap situasi dan kondisi wabah Covid-19 ini, sehingga mereka spontan langsung memerintah saya untuk segera menyesuaikan dengan SKB menteri terkait rasionalisasi anggaran ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol menegaskan, rasionalisasi anggaran itu merupakan perintah yang tertuang dalam SKB menteri keuangan, sehingga menjadi sebuah keharusan bagi instansinya untuk menerima keputusan itu demi penanganan wabah Covid-19. Menurutnya, bal itu sebagai bentuk empati dan perhatian bahwa para wakil rakyat memiliki atensi khusus dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Sejak SKB menteri ini turun, kami langsung adakan rapat dengan pimpinan dan anggota, dan kami segera printahkan Sekwan untuk melaksanakan rasionalisasi anggaran ini, prinsipnya kami semua tidak keberatan, karena ini semua demi kemanusian,” tegasnya. (sub/pin)

Komentar

News Feed