Diprediksikan Hanya 9 Kepsek di Bangkalan yang Bakal Lolos PSP

(KM/HELMI YAHYA) KEBUTUHAN: Jumlah kepala sekolah di Bangkalan masih minim yang mengikuti sekolah penggerak, tercatat pada tahun 2022 hanya ada 12 kepsek yang mendaftar program tersebut.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Program sekolah penggerak (PSP) tahun 2022 di Bangkalan nampaknya minim peminat. Hal itu terbukti dari 69 jenjang sekolah menengah atas (SMA) hanya ada 12 sekolah yang mendaftar. Bahkan informasinya dari 12 kepala sekolah (kepsek) yang menjadi peserta hanya ada 9 guru yang lolos seleksi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan Mustakim menyampaikan, tahapan PSP sudah dimulai sejak bulan April lalu. Menurutnya ada sekitar 100 sekolah lebih yang mendaftar dalam program tersebut. Sementara untuk pesertanya mulai dari jenjang pendidikan SD hingga SMA.

“Bulan kemarin saya diminta menyeleksi program sekolah penggerak itu,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk proses tahap pertama dengan tes wawancara sudah selesai. Sehingga untuk selanjutnya tinggal menunggu penilaian berkas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

“Sekarang tahap pertama sudah selesai, berkas sedang dinilai di Kemendikbud, “ terangnya.

Sementara itu, Kasi SMA SMK, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Moh Fauzi memaparkan, untuk tingkat SMA hanya ada sekitar 12 kepsek yang mengikuti program PSP. Diakuinya jumlah SMA di Bangkalan mencapai 69 sekolah.

“Kalau melihat dari jumlah sekolah, justru ini masih banyak yang belum bisa ikut karena ada kendala yang berkaitan pada persyaratannya, “ tutur Fauzi.

Fauzi menyebutkan, dari 12 pendaftar PSP tersebut hanya ada tiga kepsek yang diperkirakan bisa lolos. Hal itu diperkuat dengan adanya surat panggilan untuk seleksi tahap dua yang hanya melibatkan tiga sekolah tersebut. Untuk sekolah tersebut yakni SMA 1 Tanjung Bumi, SMA 1 Al Azhar Tanjung Bumi dan SMA Adibaya.

“Yang lain sepertinya belum beruntung, padahal sebelumnya sudah saya minta mereka agar ikut mendaftar. “ tutur dia.

Fauzi menyebutkan di Bangkalan masih banyak sekolah yang belum bisa memenuhi syarat untuk ikut PSP. Salah satunya dari persyaratan usia. Bahkan menurutnya dari SMA negeri di belum ada yang lolos PSP.

“Guru di SMA negeri saja masih banyak yang belum menjadi sekolah penggerak karena usianya sudah lebih dari 50 tahun. “ terangnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.