oleh

Dirikan Komunitas Bekam untuk Ladang Pengabdian

Kabarmadura.id/Sampang-Insanul Mubarok merupakan sosok kreatif untuk membuka lahan pekerjaan baru sebagai tempat mencari penghasilan. Sesuai profesinya ia membentuk komunitas terapi komplementer, atau yang lebih dikenal dengan bekam.

Adapun komunitas tersebut, diberi nama Family Care, hal itu agar anggota yang ada didalamnya merasakan persaudaraan, terlebih bisa saling berbagi ilmu dalam dunia kesehatan.

Insanul Mubarok, pemuda Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun  Sampang menuturkan, latar belakang mendirikan komunitas terapi itu sebelumnya karena minimnya lahan pekerjaan di bidang kesehatan di Sampang. Sehingga, sesuai profesi yang dimilikinya ia berinisiatif untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan cara terapi atau bekam.

Selain itu, karena terapi komplementer dirasa sudah mulai sedikit yang menggunakannya khususnya pada terapi bekam sehingga ia berpikir bagaimana cara mengembangkan atau bagaimana cara terapi bekam tersebut tidak dilupakan. Apalagi terapi bekam adalah pengobatan yg sudah digunakan sejak jaman nabi sehingga terapi bekam tersebut disunnahkan kepada ummat Islam.

“Dilihat dari manfaatnya terapi bekam ini sangat bermanfaat, cuma berdasarkan penelitian saya terapi bekam sudah minim peminat,” ungkapnya, Minggu (30/8/2020).

Adapun sebelum membuka komunitas terapi bekam, ia mengikuti pelatihan dengan anggota sejawatnya yang pada saat itu memiliki profesi yang sama. Sehingga, ia berfikir jika hasil pelatihan tidak diaplikasikan dinilai tidak berguna untuk masyarakat.

Anggota yang ikut pelatihan pada saat itu ada lima orang, dan semuanya saat ini masih aktif di Family Care, sehingga saat ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan selalu dibagi, hal itu dilakukan sebagai dasar dari nama Family Care.

“Sebelum mendirikan Family Care kami lima orang dari kampus Sekolah Tinggi Kesehatan  (STIKes) Nazhatut Thullab Sampang, pada waktu itu kami juga ikut pelatihan bersama, dan alhamdulillah sekarang sudah bisa diaplikasikannya,” imbuhnya.

Beruntungnya, dengan dibentuknya komunitas Family Care ini, dari lima orang yang terlibat bisa mendapatkan penghasilan dengan cara memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, mantan presiden mahasiswa STIKes Nazhatut Thullab tahun 2019 tersebut menuturkan, bahwa dengan berdirinya Family Care ini bersedia untuk menerima anggota yang mampu di bidangnya, sebab berdirinya Family Care ini salah satunya untuk membuka lahan pekerjaan baru dibidang kesehatan.

Sehingga, jika Family care ini berkembang dan ada kemajuan akan diresmikan sebagai komunitas di bidang kesehatan. Cuma, karena masih baru berdiri maka semuanya butuh waktu untuk melihat perkembangannya.

“Selain untuk mengaplikasikan ilmu agar bermanfaat, ini juga sebagai lahan pekerjaan kami, mengingat, lahan pekerjaan di Sampang, khususnya di bidang kesehatan masih minim. Dan ini masih baru, jadi tidak ada rencana untuk mengajukan kerjasama kepada instansi-instansi kesehatan,” pungkasnya (mal/mam).

Komentar

News Feed