oleh

Dirikan PAUD Hasil Gaji Mengajar

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Menjadi wanita karir tidak menyusutkan niatnya untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik. Malah sebaliknya, dirinya menjadikan amanah itu sebagai pelecut untuk mengabdi sebagai seorang Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan.

“Seperti apapun bagusnya sebuah program tetapi kalau hatinya belum nyambung akan menjadi kurang bermakna,” ungkapnya, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2020).

Perempuan yang saat ini melanjutkan S3 di Unesa itu menceritakan tentang sepak terjangnya berkarir di dunia pendidikan. Pada tahun 1988 dirinya menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.

Setelah itu, dia memulai karirnya sebagai guru SD yang berada di perbatasan Pamekasan dan Sumenep, tepatnya di Kecamatan Pasean. Baru pada tahun 1992, dia dipindahtugaskan di SD Kecamatan Larangan.

Kemudian, pada tahun 2005 dirinya diangkat menjadi kepala sekolah di SDN Bungbaruh 1 setelah menduduki ranking kedua pada seleksi kepala sekolah. Uniknya, dirinya mendirikan sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) Azzahrah yang sampai saat ini tetap eksis.

“Untuk semua biaya berdirinya PAUD itu saya tanggung secara pribadi,” urainya.

Perempuan berprestasi ini mengungkapkan, trik sukses tidak muluk-muluk, cukup menjalankan rutinitas secara konsisten, sebab jika sudah bisa melaksanakan secara istiqamah akan dengan mudah menuju tahapan sukses berikutnya.

“Bagi saya ini sebuah perjalanan, karena sukses itu tidak diukur karena jabatan, sukses itu bisa memberikan kontirbusi positif bagi lingkungannya,” jelasnya.

Pada urusan rumah tangga, menurutnya harus ada kerjasama yang baik antara diirinya dengan suaminya, sehingga untuk pekerjaan rumahnya, dari menyiapkan masakan untuk keluarga di pagi hari, tetap dijalaninya dengan rutin.

“Kalau sudah niat, bismillah, ikhlas, total juga, maka urusan lain-lain itu saya yakini Allah yang ngatur,” imbuhnya.

Dalam membagi waktu antar keluarga dan pekerjaan, dirinya mengaku tidak pernah mengikatnya, namun yang paling penting semua tugas dari keduanya bisa dikerjakan dengan maksimal.

“Prinsipnya dalam menjalankan tanggung jawab rumah tangga sama-sama memahami, jadi tidak ada pakem tugas, tugasnya istri begini, tugasnya suami begini, yang penting saling mengerti, saling melengkapi,” paparnya.

Ibu dari dua orang anak itu berharap, generasi hebat masa depan dapat mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin, sebab masa muda adalah waktu yang tepat untuk mengasah potensi diri labih produktif agar kehidupan berikutnya bisa menjadi lebih sukses.

“Semumpung ada kesempatan, manfaatkan waktu sebaik mungkin, belajar, menempa potensi diri,” tukasnya. (rul/pin)

 

 

Komentar

News Feed