Dirut PBMB: Pemilihan Venue Harus Pertimbangkan Peta Sebaran Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HENDRA WCP) MASUKAN: Madura United meminta penentuan venue mempertimbangkan grafik penyebaran Covid-19

KABARMADURA.ID – Direktur Utama (Dirut) PT. Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) Zia Ul Haq menyampaikan, terdapat pertemuan daring yang akan membahas soal regulasi, venue, penjadwalan, dan sebagainya, Kamis (3/6/2021) hari ini.

Lantaran akan menggunakan format kompetisi Liga 1 2021-2022 buble to buble yang terbagi menjadi tiga seri, pria yang familiar disapa Habib ini memberikan atensi penuh terhadap penentuan venue.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (PT. LIB) harus memilih stadion yang berada di daerah paling tidak zona kuning. Tujuannya, agar memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada klub. Serta, dia menyampaikan, gagasannya itu didasari gelaran sepak bola yang berlangsung di tengah wabah Covid-19.

“Dorongan kami jelas, harus berada di daerah atau zona yang aman, paling tidak kuning, kalau tidak bisa biru. Ini demi kenyamanan dan ketenangan klub, dan meminimalisir penyebaran Covid-19,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (2/6/2021).

Sebelumnya, Madura United menaruh harapan besar Madura bisa menjadi salah satu daerah yang venue-nya dipilih. Alasan Dirut PT. PBMB itu lantaran, empat kabupaten di Madura masuk zona kuning.

Berdasarkan, peta sebaran wabah Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) per tanggal 1 Juni 2021, empat kabupaten di Madura masih berwarna kuning. Berbeda dengan homebase yang berpotensi venuenya dipilih di seri ketiga Provinsi Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Malang, dan Kediri justru masuk zona orange.

Di samping itu, Habib itu menyambut baik terhadap gerak cepat pemangku kebijakan, setelah kongres PSSI dan terbitnya izin dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), langsung menggelar rapat daring persiapan kompetisi.

“Ini langkah baik atau gerak cepat untuk serius membahas, bagaimana kompetisi harus berjalan dengan baik di tengah kondisi yang tidak normal ini atau tidak seperti biasanya,” sambungnya. (idy/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *