oleh

Disbudpar Bangkalan Sebut Bansos hanya untuk 37 Pelaku Seni

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Program bantuan sosial (bansos) kepada pelaku nampaknya dinilai dikeluhkan. Seba, bantuan dana yang dikucurkan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan tidak merata. Bahkan tercatat hanya 37 seniman yang berhak mendapat bantuan tersebut.

“Kami hanya diberikan waktu satu jam untuk mendata, akhirnya kami share di group whatsapp dengan pelaku seni. Cepat-cepatan yang mendaftar, sedangkan para pelaku seni ini kan juga punya kesibukan,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bangkalan Hendra Gema Dominan, Senin (12/10/2020).

Dia mengaku, juga sudah meminta waktu penambahan kepada provinsi untuk melakukan pendataan kepada pelaku seni siapa saja yang bisa mendaftar untuk bantuan itu. Katanya, hanya dikasih waktu penambahan waktu 2 jam. Sehingga, hanya 37 pelaku seni yang terjaring dan banyak yang terlambat mendaftar. Salah satu syarat untuk mendapatkan bansos itu harus memiliki nomor induk kesenian (NIK) dan mempunyai karya seni.

“Minggu kemarin ada data yang masuk ke kami, sudah ada nama-nama yang tercantum. Nama-nama itu yang dapat yang ada NIK-nya. Alasan pusat tidak bisa mendeteksi jika tidak ada NIK-nya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengingatkan agar kejadian tersebut  tidak terulang lagi. Yakni adanya pelaku seni yang tidak terdata di Disbudpar. Dia meminta, agar dinas bisa melakukan sosialisasi dan melakukan pendataan ulang kepada pelaku usaha.

Dengan begitu, kedepannya jika ada bantuan yang sifatnya mendadak bisa langsung disetorkan nama-nama pelaku seni ke pusat tanpa harus woro-woro di sosial media (sosmed).

“Kedepan Disbudpar ini harus melakukan sosialisasi, pendataan lagi, agar para pelaku seni yang belum tercover bisa terdata dan memiliki NIK,” tukasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed