Disbudparpora Kaji Kemungkinan Penambahan Cagar Budaya

  • Whatsapp
(KM/Razin) CAGAR BUDAYA: Asta Tinggi merupakan salah satu cagar budaya yang secara sah dimiliki Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep– Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep Robi Firmansyah menyampaikan, sekalipun usia Kabupaten Sumenep hampir 8 abad, tetapi tidak banyak cagar budaya yang dimiliki. Sampai saat ini Sumenep hanya memiliki 5 cagar budaya yang resmi yakni Keraton Sumenep, Masjid Jami’, Asta Tinggi, Benteng Kalimo’ok,dan Congkop di Karang Sabu.

“Dan terakhir itu tahun 2019 kemarin sesuai dengan surat keputusan bupati nambah 1 lagi Pangeran Lor atau congkop yang berada di Karang Sabu juga ditetapkan sebagai cagar budaya lima totalnya,” katanya, kemarin.

Sementara idealnya, Robi melanjutan, jumlah cagar budaya minimal harus lebih dari 10 yang harus ditetapkannya. Tetapi sampai saat ini tim ahli cagar budaya (TACB) masih terus melakukan pengkajian terhadap sejumlah bangunan yang diduga cagar budaya di Sumenep, sehingga tahun ini akan ada tambahan jumlah cagar budaya di Sumenep ini.

“Sekitar 80 jutaan ini, kami menyediakan anggaran untuk mencari atau mengkaji berdasarkan laporan dari masyarakat terhadap sejumlah tempat yang diduga cagar budaya,” ungkapnya.

Selain itu, cagar budaya yang sudah berusia ratusan tahun juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitarnya. Tetapi sementara sampai saat ini dari 5 cagar budaya tersebut, masih nihil kontribusinya kepada masyarakat dan daerah.

“Termasuk Asta Tinggi itu tidak ada kontribusinya sampai saat ini, malahan pemerintah yang bayarin biaya perawatannya. Termasuk listriknya itu,” pungkasnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *