Disdag Bangkalan Optimistis Naikkan Target Retribusi Pasar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) MENURUN: Jumlah pengunjung atau pembeli di sejumlah pasar daerah Bangkalan tidak seperti biasanya atau mulai sepi.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Target retribusi pasar di tahun 2022 akan dinaikkan. Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai Rp1 miliar. Jika tahun lalu targetnya hanya Rp4,3 miliar, maka di 2022 nanti menjadi Rp5,3 miliar. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Ciptaning Tekat, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya, meski terdampak Covid-19 capaian retribusi tahun ini masih mencapai 89 persen. Bahkan idealnya, memasuki bulan November 2021 seharusnya sudah mencapai 90 persen. Hanya saja, sepinya pembeli menjadi faktor utama belum sesuai target tahun ini. “Dari keluhan kepala pasar banyak yang memberikan laporan bahwa pengunjung atau pembeli berkurang,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dari 29 pasar yang tersebar di 18 kecamatan di daerah dengan slogan Kota Salak, capaian retribusi 15 pasar masih dibawah 80 persen. Namun meyakini,  akhir tahun nanti bisa menutup kekurangan target tersebut.  Sebab saat ini laporan retribusi masih berjalan. Sehingga tidak menuntup kemungkinan akan bertambah.

“Seperti pasar Durjan, Kokop masih 68 persen, Pasar Tanjung Bumi masih 80 persen. Lalu Pasar Campur, Geger itu masih 76 persen. Pasar Dupok, Kokop 83 persen, Pasar Sepulu 85 persen, Pasar Kedundung 80 persen, sisanya saya lupa pasar mana saja,” paparnya.

Selain minimnya pembeli, banyak pedagang yang menunggak sewa kios. Padahal sudah memberlakukan sewa kios pasar dengan sistem cicil dan dibayar perbulan. Namun berdasarkan kondisi di lapangan, masih banyak pedagang yang nunggak atau berhutang. “Mereka beralasan sepi pembeli, pemasukan minim. Jadi ngutang dulu, kami mau memaksa meminta, tidak bisa seperti itu,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pungutan retribusi di setiap pasar tidak sama. Tergantung keramaian dan jenis pasar tersebut. Jika hanya pasar tradisional, retribusi hanya dipungut Rp1.000. Namun, jika pasarnya sudah berkonsep semi modern, retribusi bisa dipungut Rp2. 000 per pengunjung. “Insyaallah nanti tahun depan ini semoga wabah Covid-19 sudah pulih. Jadi retribusi bisa kami selesaikan meski ada tambahan,” jelasnya.

Terpisah, salah satu pedagang batik di pasar Ki Lemah Dhuwur Majmunah mengatakan, sudah lama pasar di Kecamatan Bangkalan sepi pembeli. Jika biasanya dia menjual batik hingga 80 potong, kini paling banyak hanya 30 potong. “Kondisinya begini, tidak begitu banyak pembeli. Biasanya juga ada pemesanan buat nikah atau acara lainnya. Karena kegiatan dilarang, pembeli jadi sepi,” bebernya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *