oleh

Disdik Bangkalan Akui Sekolah Kebingungan Terapkan e-BOS

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan telah meluncurkan aplikasi elektronik Bantuan Operasional Sekolah (e-BOS). Namun, dalam realisasinya aplikasi tersebut masih banyak sekolah mengalami kendala. Sejumlah sekolah terkendala sarana dan prasarana bahkan kebingungan akses input data.

Menyikapi hal tersebut, Kasubbag Evaluasi dan Perencanaan Disdik Bangkalan Fitria, mengatakan jika sebelum adanya aplikasi e-BOS  pelaporan keuangan dana BOS sendiri terkendala dengan sumber daya manusia (SDM). Dimana SDM di masing-masing sekolah selama ini bukan yang ahli dalam bidang keuangan.

Selain itu, permasalahan jaringan yang sering dikeluhkan sekolah-sekolah pelosok. Fitri mengungkapkan, seharusnya sekolah sudah menyiapkan jaringan. Terlebih kegiatan sekolah yang menggunakan jaringan ini tidak hanya e-BOS melainkan data pokok peserta didik (Dapodik).

“Maka otomatis kami mengacanya kesana. Kalau ada kelemahan-kelemahan lainnya akan kami akumulasi dan akomodir,” ujarnya.

Mengacu pada pelaksanaan dapodik sejauh ini sudah bagus, jadi katanya, kendala realisasi e-BOS nantinya akan bisa diatasi masing-masing sekolah. Berdasarkan laporan kendala lainnya, Fitri mengungkapkan, banyak sekolah juga yang belum paham terkait pelaporan keuangannya melalui e-BOS ini.

“Sekolah ini bukan bagian keuangan tapi bagian pendidik. Maka kami adakan e-BOS ini untuk mempermudah,” ungkapnya.

Adanya e-BOS,Fitria menjelaskan, untuk mengatur dan mengontrol pelaporan penggunaan BOS. Aplikasi ini merupakan aplikasi inisiatif dari dinas pendidikan sendiri. Kedepannya, pelaporannya dialihkan dari offline ke online.

“Disana kan ada batasan untuk input, jadi sekolah bisa lebih tertib dalam melaporkan. Selama ini sekolah kurang tertib dari segi waktu karena SDM-nya bukan berlatar belakang administrasi keuangan,” tuturnya.

“Laporan offline ini ada beberapa kekurangan, salah satunya tertib waktu itu,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, pada prinsipnya hadirnya e-BOS itu harus mempersingkat pekerjaan dan transparan dalam pembelanjaan sesuai petunjuk teknis. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses laporan penggunaan BOS.

“Jadi disdik harus benar-benar siap memberikan arahan ke sekolah agar mereka benar-benar bisa menginput data,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya aplikasi ini sekolah lebih terbuka pertanggungjawaban belanja dan masyarakat bisa melihat langsung realisasi anggaran BOS di masing-masing sekolah. Bahkan, dia meminta, aplikasi ini jangan mempersulit operator dan memperbanyak pekerjaan sekolah.

“Coba dulu, jangan pesimis agar lebih baik,” tukasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed