oleh

Disdik Bangkalan Batalkan PTM, Tunggu Perubahan Zona

Kabarmadura.id/Bangkalan– Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan diagendakan pada minggu depan yakni tanggal 7 September dibatalkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Hal tersebut dilakukan karena status tingkat penyebaran covid-19 terus berubah-ubah.

Awalnya Bangkalan sempat sempat berubah menjadi zona kuning. Namun, tak berselang lama kembali menjadi zona wilayah berwarna oranye dengan tingkat penyebaran covid-19 kategori sedang.

Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengungkapkan, kendati PTM tidak jadi dilaksanakan, pihaknya akan tetap mempersiapkan pelaksanaan PTM uji coba di sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

“Kami masih menunggu perubahan warna zona wilayah kabupaten kembali menjadi kuning lagi. Kalau sudah kuning, persiapan sudah 100 persen, tidak akan langsung kami uji cobakan. Tunggu dulu minimal dua minggu, kalau masih kuning baru akan kami uji cobakan,” katanya, Rabu (2/9/2020).

Dia menerangkan, tidak akan gegabah menggelar uji coba PTM . Sebab dikhawatirkan Bangkalan tiba-tiba kembali berubah warna. Dia meminta, meski PTM uji coba ini belum ada kepastian perubahan warna pada zona wilayah penyebaran Covid-19.

Ia meminta, kepada masing-masing pihak sekolah untuk segera mengumpulkan proposal pengajuan PTM uji coba. Hal tersebut dilakukannya agar ketika perubahan zona warna dari oranye ke kuning bisa segera dilakukan tanpa menunggu pemetaan atau kesiapan sekolah.

“Semua sekolah bisa mengirimkan proposal pengajuan PTM mulai dari SD hingga SMP, baik swasta maupun negeri,,” jelasnya.

Meski pada dasarnya disdik tidak memberikan batasan izin sekolah di wilayah mana saja yang boleh mengajukan proposal pelaksanaan PTM tatap muka. Dia memastikan, akan menolak khusus untuk sekolah yang saat ini berada di wilayah kecamatan dengan status zona oranye berdasarkan pemetaan Satgas Covid-19 Bangkalan.

“Sebenarnya tidak ada pembatasan sekolah untuk melaksanakan PTM. Tapi, kalau sekolah tersebut masih berada di wilayah kecamatan dengan warna oranye, jelas akan kami tolak,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menyampaikan, pihaknya telah mengizinkan sekolah untuk bisa melakukan PTM meski berada di zona wilayah dengan warna oranye. Mengenai kapan pelaksanaan dan prosedurnya seperti apa? Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Disdik Bangkalan.

“Tapi yang saya tekankan, sekolah harus melakukan protokol kesehatan khususnya pelaksanaan screening harus benar-benar bisa diterapkan di sekolah,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk wilayah kecamatan yang berada di zona wilayah oranye, pihaknya mewanti-wanti agar pelaksanaan dibatasi. Pembatasan tersebut sebanyak 25 persen dari siswa yang ada di sekolah. Ia juga berpesan, agar pelaksanaan PTM nantinya tidak menjadi pemicu munculnya kluster baru di sekolah.

“Jangan lupa sarana dan prasarana juga komitmen harus ditepati,” tandasnya.(ina/mam)

Komentar

News Feed