oleh

Disdik Bangkalan belum Bisa Terapkan AKM

KABARMADURA.ID, Bangkalan -Penerapan asesmen kompetensi minimum (AKM) masih dalam tahap sosialisasi. Kebijakan pengganti ujian nasional (UN) dan ujian nasional berstandar nasional (UNBN) itu masih belum sepenuhnya dipahami oleh semua sekolah. Sehingga Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan diminta untuk lebih gencar melakukan sosialisasi.

Sekretaris Disdik Bangkalan M. Zainul Qomar mengatakan, pada tahun 2020 akan menerapkan AKM di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Penerapan kebijakan baru itu mengharuskan Setiap siswa harus memperdalam kemampuannya di bidang masing-masing.

“Setiap kunjungan ke korwil, kami selalu menyampaikan bahwa murid-murid sudah tidak ada UN tetapi diganti assesmen,” katanya, Minggu (17/10/2020).

Dikatakan Zainul, sementara saat ini AKM masih belum diterapkan. Sebab dalam menerapkan kebijakan itu butuh sosialisasi dan pendampingan kepada semua sekolah. Sementara saat ini masih sebagian sekolah yang memahami tentang AKM.

“Tetapi mau tidak mau daerah harus mengikuti pusat, jika pusat sudah memulai tentu  kita akan mengikuti,  tentu bekerjasama dengan pengawas,” tegas Zainul.

Sementara itu, salah seorang guru SD di Bangkalan Lailatus Sholeha menyatakan akan menyambut baik apabila  AKM diterapkan di Bangkalan. Namun ia meminta agar dinas terkait lebih gencar melakukan sosialisasi maupun pendampingan kepada sekolah. Sehingga kedepannya tidak lagi bingung apa itu AKM.

“Kami dukung kalau memang itu yang terbaik. Semoga lancar dan bisa berjalan dengan sesuai harapan kita semua,” tukasnya. (km56/mam)

Komentar

News Feed