Disdik Bangkalan Belum Mampu Bendung Krisis Guru

(KM/FATHUROHMAN) Kadisdik Bangkalan Bambang Budi Mustika.

KABARMADURA.ID | Bangkalan-Persoalan ketersediaan guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Bangkalan belum tuntas. Sebab seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) tahun 2021 kemarin belum mampu mengisi kekurangan guru ASN. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika, Senin (28/2/2022). 

Menurutnya, kuota PPPK guru tahun lalu mencapai 921 orang. Namun dari ribuan pendaftar, hanya sekitar 700 guru yang lolos. Rinciannya, sebanyak sebanyak 393 guru sudah menerima surat keputusan (SK) dari bupati. Sedangkan kebutuhan guru di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak mencapai 3.500 guru.  

“Tahap pertama 393 guru. Masing-masing, 355 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Untuk tahap kedua, sebanyak 307 guru masih menunggu SK,” ujarnya. . 

Bacaan Lainnya

Pihaknya menuturkan  seandainya kuota 921 PPPK guru terpenuhi, maka instansinya hanya perlu memenuhi 2.500 guru dengan status ASN di masa yang akan datang. Akan tetapi, tidak sesuai dengan harapan.  Sehingga untuk pemenuhan 3.500 guru ASN, masih membutuhkan 2.800 orang. “Seleksinya cukup sulit dan kami harus akui itu,” tuturnya. 

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan H. Mustahal Rasyid mengatakan, persoalan kekurangan guru ASN, bukanlah suatu persoalan baru. Akan tetapi, cenderung terjadi di semua daerah. Bahkan di seluruh Indonesia. Sehingga perlu adanya perubahan sistem seleksi calon peserta. 

“Terutama masalah transparansi harus ditingkatkan, agar semakin banyak yang berminat. Banyak yang lulusan sarjana pendidikan menganggur, bukan mereka tidak mau mendaftarkan, tetapi untuk lolos itu sangat sulit,” responnya. 

Reporter: KM63

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.