oleh

Disdik Bangkalan, Hanya 6 Kecamatan yang Diperbolehkan Gelar PTM

Kabarmadura.id/Bangkalan– Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) serentak di lembaga pendidikan sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) gagal dilaksanakan. Pasalnya, dari sekian sekolah yang ada masih berada di zona merah.

Sementara sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur tentang Zona dan Penerapan PTM, hanya memperbolehkan 6 kecamatan yang ada di Bangkalan. 6 kecamatan tersebut yakni kecamatan Konang, Kokop, Tanah Merah, Galis, Tragah dan Tanjung Bumi.

Kepala Seksi (Kasi) SMA dan Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Disdik Jawa Timur Cabang Bangkalan, Moh. Fauzi mengatakan, PTM serentak itu bukan berarti akan dilaksanakan secara bersamaan semua SMA/SMK. Namun masih banyak yang  hal harus dipertimbangkan, salah satunya penerapan Covid-19.

“Nanti kami akan minta rekomendasi Satgas Covid-19 Bangkalan,  sekolah mana saja yang bisa melakukan PTM yang masuk zona kuning, bertahap nantinya,” ujarnya.

Masih menurut Fauzi, pihaknya akan melihat terlebih dahulu dalam memastikan zona kecamatan di Bangkalan yang aman untuk bisa dilaksanakan PTM. Ia juga akan ada memastikan  kesiapan sekolah yang nantinya ditunjuk untuk melaksanakan PTM serentak. Jika sekolah yang ditunjuk itu siap dan sudah sesuai protokol kesehatan akan ditetapkan.

“Atau jika sekolah tersebut menyatakan siap, namun setelah dilakukan supervisi belum memenuhi protokol. Maka kami tidak akan menunjuk untuk melaksanakan PTM,” tuturnya.

Sedangkan, lanjut Fauzi, untuk sekolah di Kecamatan Tanjung Bumi yang dijadikan sebagai sekolah percontohan PTM. Dia menerangkan, selama pergub dan nota dinas keluar tidak ada masalah, maka akan diikutkan melakukan PTM serentak.

“Tapi kami belum bisa memastikan kapan dilaksanakannya PTM serentak ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menuturkan, pada dasarnya pihaknya mengizinkan. Tetapi harus ada kesepakatan atau izin dari orang tua dan wali murid. Mengenai kebijakannya nanti seperti apa, dia menyerahkan pada Satgas Covid-19 Bangkalan.

“Jadi Bangkalan ini masih mengacu pada percobaan dulu. pelaksanaannya disdik, kami hanya memberikan rekom,” paparnya.

Lebih lanjut, lelaki yang kerap disapa Yoyok ini, selagi memenuhi protokol kesehatan tentu bebas dimana saja penerapan PTM. Mengenai adakah pemeriksaan dini seperti rapid test sebelum PTM serentak berlangsung. Dia mengaku, masih melakukan pembahasan dengan Satgas Covid-19 Bangkalan.

“Kalau kami inginnya mewajibkan semua guru melakukan rapid test dulu sebelum PTM. Meski tidak menjamin, tapi setidaknya bisa dilakukan pencegahan dini,” jelasnya.

Untuk 3 sekolah di Kecamatan Tanjung Bumi yang sudah melakukan PTM. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya guru atau murid yang mengalami gejala sakit selama PTM berlangsung.

“Belum kami temukan dan belum kami terima laporannya baik dari kepala kasi atau kepala bidang yang bertugas memantau. Kami masih menunggu laporannya,” pungkasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed