Disdik Bangkalan Mewajibkan Rehab Gedung SD SMP Dipihak Ketigakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) ANTRI: SK penerima DAK untuk SD belum keluar. Tahun ini pelaksanaan akan bekerja sama dengan pihak ketiga atau kontraktor.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Program bantuan perbaikan atau rehab dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) tahun 2021 mulai tahap perencanaan. Untuk tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan memastikan sistem pelaksanaan berbeda dengan tahun 2020. Tahun ini pelaksanaan akan bekerja sama dengan pihak ketiga atau kontraktor.

Sementara, tahun sebelumnya pelaksanaan dan pencairan anggaran dilakukan melalui tiga tahap. Dimana sekolah tidak boleh menggandeng pihak ketiga agar kualitas kegiatan fisik yang dilakukan terjaga.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, tahap perencanaan ini melalui fasilitator. “Sekarang kontrak, jadi kalau kontrak tergantung CV-nya,” tuturnya.

Menurut Bambang, sehingga pembayaran dan kegiatan fisik tergantung kesepakatan antara pihak sekolah dengan kontraktor. Alasannya, tahun ini pihak sekolah boleh menggandengan pihak ketiga, dia menegaskan, hal tersebut merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kemarin swakelola, sekarang ada pihak ketiga. Nah, kenapa bisa menggandeng pihak ketiga? Itu kebijakan pusat,” terangnya.

Dengan adanya program yang berubah ini, dia berharap, masing-masing sekolah yang menerima untuk memaksimalkan anggaran yang ada. Selain itu, dia meminta juga kepada sekolah yang menggunakan pihak ketiga untuk merealisasikannya secara tepat waktu.

“Dengan adanya pihak ketiga ini harus sesuai target pengerjaannya dan memanfaatkan anggaran yang telah diberikan secara benar,” pesannya.

Diketahui, anggaran program perbaikan dan rehab sekolah itu untuk 36 SD dan 5 SMP. Anggaran yang dialokasikan dari DAK sebesar Rp18 miliar dan DAU sekitar Rp3-4 miliar.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SD Disdik Bangkalan Moh Toha menyampaikan, untuk DAK tahun 2021 SD masih pengajuan. Sehingga, pihaknya belum bisa memastikan sekolah mana saja yang mendapatkan bantuan perbaikan itu.

“Masih tahap pengajuan surat keterangan (SK) belum keluar. Kira-kira total SD yang diberikan sekitar itu,” tukasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *