Disdik Bangkalan Salurkan Insentif Guru Ngaji dan Madin

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SIMBOLIS: Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika memberikan insentif guru ngaji dan madin di Pendopo Agung Bangkalan, Selasa (11/5/2020).

Kabarmadura.id/Bangkalan-Bantuan insentif guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) akhirnya dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

Pencairan dan pemberian tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron didampingi oleh Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika, Senin (11/5/2020) di Pendopo Agung Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Jumlah insentif yang diberikan untuk tahap pertama ini sebesar Rp600 ribu untuk bulan Januari, Februari dan Maret. Setiap bulannya mendapatkan sebesar Rp200 ribu.

Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, pemberian secara simbolis ini dihadiri oleh 45 orang perwakilan.

“Yang datang hari ini, diterima secara simbolis terdiri dari perwakilan dari 18 orang Madin dan 18 koordinator, tokoh agama dan tim verifikasi dari kabupaten,” katanya.

Masih menurut Bambang, pemberian secara simbolis ini dilakukan agar dapat diketahui oleh masyarakat, bahwa saat ini pencairan tahap pertama insentif guru madin dan ngaji sudah bisa dicairkan melalui rekening masing-masing. Katanya, insentif guru madin dan guru ngaji di Bangkalan diberikan kepada 9.342 orang. Di mana anggaran ini dibebankan kepada APBD tahun 2020 di Dinas Pendidikan Bangkalan.

“Saya berharap semoga bantuan insentif ini bisa bermanfaat bagi guru madin dan guru ngaji. Apalagi di saat wabah Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berharap insentif tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan guru madin dan guru ngaji. Selain itu juga untuk meningkatkan semangat dan perlindungan jaminan sosial selama wabah Covid-19.

“Saya berharap kepada penerima insentif dapat mentransfer ilmu agama dan meningkatkan kualitas baca Alquran yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan itu, maka insentif guru madin dan guru ngaji sudah siap dimanfaatkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *