Disdik: Batas Penundaan UNBK SMA/MA Belum Bisa Dipastikan

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) SANTAI: Siswa-siswi MAN 1 Bangkalan saat masih aktif di kegiatan sekolah sebelum ada imbauan harus belajar di rumah beberapa waktu lalu.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Setelah imbauan pemerintah agar proses pembelajaran dilakukan di rumah, penundaaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA), belum bisa dipastikan sampai kapan batasnya.

Sedianya, UNBK harus dilaksanakan 30 Maret 2020. Namun berdasarkan surat edaran dari gubernur Jawa Timur tentang penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 tersebut, membuat pelaksanaannya gagal dilakukan pada tanggal itu.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Sunarto mengatakan, pihaknya menunggu perintah dari pemerintah pusat. Jika berdasarkan edaran dari gubernur Jawa Timur, pelaksanaan UNBK ditunda hingga 6 April 2020. Namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darutat hingga akhir Mei.

“Ini juga masih simpang siur, kami masih menunggu pengumuman lagi dari BNPB. Belum bisa dipastikan kapan pelaksanaannya (UNBK). Ini kan bencana yang di luar dugaan manusia, jadi ya kita tunggu perintah selanjutnya ” terangnya, Senin (23/3/2020).

Hal itu yang membuatnya belum bisa memastikan kapan pelaksanaan UNBK. Karena, ia menerima informasi bahwa penundaan UNBK ini kemungkinan akan bertambah lagi hingga dinyatakan aman untuk keluar rumah.

Ditambah lagi, kata Sunarto, ada perubahan terus dari setiap kementerian. Namun kendati akan ada perubahan jadwal pelaksanaan UNBK, dia memperkirakan tidak akan ada efek untuk proses jadwal kelulusan dan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) nantinya.

“Tidak, tidak akan mempengaruhi jadwal kelulusan dan PPDB,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Abdul Haris selaku instansi yang menaungi lembaga pendidikan di madrasah aliyah (MA) se-Bangkalan juga menuturkan hal senada. Menurutnya, pelaksanaan UNBK untuk MA juga ditunda dan akan dijadwalkan ulang. Hal itu mengacu pada surat edaran dari Kemenag pusat mengenai adanya wabah Covid-19.

“UNBK MA juga ditunda, yg semula tanggal 30 maret sampai dengan 2 April 2020 ditunda menjadi tanggal 6 sampai dengan 9 April,” terangnya.

Menurut Abdul Haris, perintah penundaan pelaksanaan UNBK tersebut juga merujuk pada surat dari Kanwil Kemenag Jatim.

Mengenai adakah pengaruh penundaan ini dalam PPDB nanti, menurutnya kemungkinan akan mempengaruhi jika ada penundaan lagi. Namun sampai saat ini, katanya, belum ada pengaruh mengenai hal itu. Sebab, secara resmi PPDB untuk MA dimulai bulan Mei.

“Doa dan harapan kita semoga tidak sampai melampaui prediksi 91 hari,” pungkasnya.

Diketahui, tahun 2020 ini, pelaksanaan UNBK untuk SMA dan MA akan dilangsungkan pada tanggal 30 Maret hingga 2 April mendatang. Pelaksanaan UNBK SMA akan diikuti serentak di 69 sekolah se-Kabupaten Bangkalan dengan jumlah peserta 4.753 siswa. (ina/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *