Disdik Belum Miliki Format Baru Pelaporan BOS

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mengaku kebingungan terkait bentuk laporan bantuan operasional sekolah (BOS) tahap pertama di tahun 2020. Pasalnya, pasca perubahan mekanisme pencarian menjadi tiga tahap, proses pembelajaan dan pelaporannya menjadi rumit.

Hal itu disampaikan oleh Kasubbag TU Disdik Sumenep Tri Fatanah. Perbedaan tersebut juga terjadi pada proses pencairannya yang mana saat ini langsung diberikan ke rekening sekolah masing-masing.

“Ini juga menjadi problem yang menyebabkan lambannya pencairan BOS di tahap selanjutnya nanti,” katanya, Selasa (31/3/2020).

Tri (sapaan akrabnya) menambahkan, tujuan laporan pembelanjaan adalah sebagai barometer untuk mengukur seberapa maksimal fungsi bantuan tersebut dan menjadi bahan jika terjadi temuan atau kejanggalan-kejanggalan saat melakukan monitoring.

Hal itu dilakukan dalam rangka menyiasati fungsi belanja BOS sesuai dengan ketentuan, salah satunya pembelian buku materi pembelajaran, sehingga jika lapora belanja itu tidak sesuai dengan surat pertanggungjawaban (SPJ), maka mengakibatkan gagal mencairkan dana BOS tahap selanjutnya.

Sekolah juga dituntut memberikan laporan yang valid, termasuk perincian pembelian buku beserta pembelian yang lain, termasuk laporan dari bank. Hal itu sebagai bentuk meminimalisir penyalahgunaan dana yang bersumber dari BOS.

“Termasuk sekarang 50 persen untuk gaji guru, dan untuk SMP itu sudah diambil semua untuk tahap pertama ini. Untuk selanjutnya saya juga masih belum tahu kapan yang akan dicairkan lagi,” pungkasnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *