oleh

Disdik Genjot Kompetensi Pelajar Lewat OSN

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep tampak serius dan sukses menggenjot kompetensi para pelajar. Yakni, lewat pagelaran Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kami-Jumat (14-15/3).

Lomba tersebut difokuskan pada kemampuan di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), bertempat di Gedung KPRI Serba Guna Kabupaten Sumenep.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sumenep Fajarisman memaparkan, OSN sebenarnya sudah dimulai pada awal Maret untuk tingkat kecamatan. Selanjutnya, diseleksi di tingkat kabupaten.

“Untuk tingkat kecamatan sudah dilakukan pada awal Maret. Pada tataran kabupaten sedang diseleksi selama dua hari. Tiap kecamatan sudah mengirimkan pesertanya,” papar Fajarisman saat ditemui di kantornya, Kamis (14/3).

Menurutnya, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih menggenjot kompetensi pelajar. Itu sesuai dengan bidang, utamanya di bidang Matematika dan IPA.

“Berdarahkan petunjuk dari kementerian, regulasinya adalah tiga orang untuk Metematika dan tiga orang untuk IPA dari tiap kecamatan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk daerah kepulauan berdasarkan laporannya hanya mengutus dua orang dari masing-masing bidang, disebabkan faktor cuaca yang kurang membaik. Sehingga, mestinya jumlah peserta yang hadir ke Kabupaten Sumenep ada 81 peserta menjadi 74 peserta dari kelas 4-5 SD.

“Kami bisa memaklumi itu. Memang kita akui sekarang cuaca untuk kepulauan masih belum stabil. Akibatnya, daerah kepulauan hanya mengutus dua orang dari masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Selama dua hari penyeleksian, bakal dipilih kejuaraan dari masing-masing bidang. Juaranya diambil juara satu, dua, tiga, dan juara harapan.

“Selama dua hari ini, kita akan umumkan para juaranya. Dari 15 peringkat terbaik masing-masing bidang itu, nantinya akan dibina sekaligus dipilih lagi sebanyak tiga orang masing-masing bidang. Yang terpilih tersebut akan diambil tiga lagi yang akan dikirim ke provinsi pada 28 Maret 2019 mendatang,” paparnya.

Untuk memastikan lulusan terbaik dari hasil seleksi kabupaten, pihaknya masih menunggu putunjuk kementerian pusat. Pasalnya, even tersebut langsung ditangani kementerian pusat.

“Untuk memaksimalkan itu, kami sudah mengandeng tenaga ahli dari daerah dan nasional untuk memberikan pembinaan dan penguatan. Sebab, ini adalah olimpiade yang kompetisinya lebih tinggi dari pada lomba-lomba yang normatif,” tegasnya.

Berdasarkan kompetisi MIPA pada tahun 2018, Kabupaten Sumenep mendapatkan peringkat ketiga dalam skala nasional.

“Makanya pesan dari kepala dinas Sumenep harus menjadi juara. Upaya yang kami lakukan adalah menaikkan jumlah yang masuk kategori kejuaraan tingkat kabupaten; kalau tahun 2018 diambil hanya sembilan orang dari masing-masing bidang, kini sudah naik menjadi 15 orang,” tukasnya. (mun/nam)

Komentar

News Feed