oleh

Disdik Jatim Diminta Terapkan PTM Seratus Persen

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Keris hingga saat ini masih 50 persen. Namun, penerapan tersebut dirasa kurang maksimal. Sehingga, direncanakan akan dilakukan 100 persen.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, Penerapan PTM saat ini masih 50 persen. Dirinya menginginkan penerapan 100 persen mulai saat ini tidak masalah. Sebab, lebih maksimal. Tetapi, masih menunggu surat edaran.

“Menurut saya akan lebih optimal penerapan 100 persen seperti di Inggris yang saat ini akan diterapkan pada (8/3/2021) mendatang,” katanya Rabu (3/3/2021)

Menurutnya, Kementerian merencanakan awal tahun ajaran baru akan diterapkan PTM secara full atau 100 persen. Tentunya harus mendukung dan mensupport, agar anak anak tidak mengalami lose lining atau siswa banyak santai dan tidak belajar.

“Tahun ajaran baru yang dimaksud masih bulan Juli 2021,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan PTM saat ini maksimal 50 persen dari siswa yang ada, atau maksimal kelas diisi 18 siswa yakni dengan mengacu pada protokol kesehatan, yang dalam setiap harinya jumlah jam tatap muka yakni, 4 jam pelajaran.

“Pada prinsipnya penerapan PTM tentang keselamatan, kesehatan semua peserta didik dan penyelenggara pendidikan,” paparnya.

Pantauan terhadap masing-masing sekolah dilakukan setiap hari secara bergantian. dari 151 sekolah di antaranya, SMAN sebanyak 12, dan SMA swasta ada 71, SMKN ada 3, serta SMK swasta ada 60 sekolah dan PKPLK negeri ada 1, sedangkan swastanya ada 3 sekolah

” Akan diterapakan 100 persen berdasarkan hasil evaluasi yang baru selesai dilakukan,”ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri menegaskan, penerapan PTM sangat diperlukan. Sebab, selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) khususnya di daerah pedesaan tidak maksimal. Mengingat fasilitas tidak memadai.

“Orang tua siswa banyak mengeluh karena selama PJJ tidak dapat mendampingi anaknya untuk mengoperasikan internet,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Selain itu, penerapan PJJ juga banyak membuat banyak mengeluarkan dana khusus paketan, HP dan lainnya. Jadi, PTM diterapkan sangat positif, asalkan menerapkan protokol Covid-19.

“Bismillah PTM tetap berlanjut sesuai arahan pemerintah,” pungkasnya (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed