Disdik-Kemenag Intruksikan BDR, Kecuali SMK Kelas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BELAJAR DARI RUMAH: Semua jenjang pendidikan melaksanakan BDR untuk menekan angka sebaran Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan dan Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan menginstruksikan untuk melaksanakan sistem pembelajaran dari rumah (BDR) untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, untuk jenjang pendidikan tingkat atas (SMA/sederajat) hanya pada kelas II Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), lantaran untuk prakteknya harus berinteraksi langsung.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini, keputusan penerapan BDR sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) tentang panduan penyelenggaraan pendidikan pada tahun ajaran 2020/2021 untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga mulai tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan  Sekolah Menengah Pertama (SMP) diputuskan untuk melaksanakan BDR.

“Pelaksanaan BDR wajib dilaksanakan  mulai tanggal 4-16 Januari 2020 untuk semua jenjang pendidikan formal maupun nonformal,”paparnya, Senin (4/1/2021).

Zaini menambahkan,  untuk kepala sekolah dan guru harus membuat laporan hasil proses BDR agar diketahui oleh Disdik, serta sebagai bahan koreksi untuk kemajuan pendidikan di semua jenjang. Tentu saja supaya pelaksanaan BDR bisa dimaksimalkan.

“Satuan pendidikan harus terus memantau perkembangan Covid-19 ,pada setiap satuan pendidikannya masing-masing, dan  melaporkan setiap perkembangan kejadian terkait warga di sekolah,”urainya.

Sementara itu, Fandi, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan menambahkan bahwa untuk proses kegiatan belajar dilaksanakan menggunakan sistem BDR, sehingga untuk tingkatan lembaga yang berada dalam pengawasannya diinstruksikan tidak melakukan PTM, agar peran pencegahan covid-19 bisa maksimal.

“BDR akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan Covid-19,”singkatnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Pamekasan, Slamet Goestiantoko, untuk tingkat SMA sederajat tidak semuanya melaksanakan BDR, untuk siswa SMK  tetap melaksanakan pertemuan tatap muka (PTM), sebab jika tidak dilaksanakan, maka untuk hasil proses pembelajarannya tidak maksimal.

“Saat ini masih belum masuk sekolah, nunggu informasi lebih lanjut. Namun ada yang BDR ada yang tidak. Untuk yang praktek itu masuk sebagian, kelas II SMK harus praktek, harus masuk. Ada pola-pola sendiri untuk SMK,”pungkasnya. (rul/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *