Disdik Memastikan Tidak Ada Pengurangan Volume

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) Arief Budiansor: Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Sampang

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Realisasi pembangunan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sampang masih berlangsung. Dinas Pendidikan klaim realisasi pelaksanaan mencapai 90 persen. Sehingga dipastikan akhir tahun pengerjaanya sudah selesai semua.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura total anggaran DAK tahun 2021 sebesar Rp19,6 miliar. Dana digunakan untuk pekerjaan fisik sebanyak 59 paket. Sebanyak 38 dilelang dan sisanya penunjukan langsung (PL).

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Sampang Arief Budiansor mengatakan, proses pekerjaan proyek pembangunan yang bersumber dari DAK  tidak ada kendala. Meski belum 100 persen namun pengerjaanya sudah hampir terealisasi semua.

“Tidak kendala dalam proses pekerjaan. Keseluruhan pembangunan sudah mencapai 90 persen,” ungkapnya.

Pihaknya meyakini sampai akhir tahun pembangunan akan tuntas seratus persen. Semua pekerjaan di semua lembaga penerima sudah ada yang selesai. Sebagian lagi masih proses pembangunan.

Dikatakannya, jika sebelumnya sempat ada persoalan soal bentuk ruang kelas. Namun hal itu bisa diselesaikan. Hanya saja pihaknya memastikan tidak ada pengurangan volume.

“Di salah satu sekolah memang ada sedikit perubahan ruangan. Jika disesuaikan perencanaan maka ada ruang yang tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Sebab ada ruangan yang tertutup oleh tembok, ” ungkapnya.

Arief menegaskan, jika realisasi pembangunan seimbang dengan penyerapan anggaran DAK. Dari total anggaran penyerapan sudah 90 persen. Sehingga dipastikan sebelum tutup tahun pembangunan dan penyerapan akan mencapai 100 persen.

Untuk diketahui, kucuran DAK khusus lembaga pendidikan tahun ini sebesar Rp11.678.988.144, jumlah tersebut jauh di bawah kucuran DAK tahun lalu yang mencapai Rp12.543.473.000. Penurunan anggaran mencapai Rp 864.484.856.

Data DAK tahun 2021 digunakan untuk rehab ruang kelas dengan anggaran Rp 144 juta setiap kelas. Delapan toilet, masing-masing senilai Rp10.500.00, dan 15 lokasi rehab perpus Rp131.700.000.

 

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *