Disdik Pamekasan Dukung Penambahan Perpanjangan Masa Pengabdian ASN

  • Whatsapp
PENDIDIKAN: Pelaksana tugas (PLT) Kadisdik Pamekasan Prama Jaya saat berfoto bersama siswa-siswa berprestasi.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mewacanakan perpanjangan  masa pengabdian guru  berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Perpanjangan yang dimaksud itu, bukanlah usia pensiun guru, perpanjangan itu terkait pengabdian mengajar guru di sekolah. Sementara untuk usia pensiun tetap hingga 60 tahun.

Wacana itu dimaksudkan untuk mengatasi persoalan guru honorer. Dengan penerapan kebijakan itu, guru yang sudah masuk masa pensiun tetap diharuskan mengajar, hingga ada guru PNS yang menggantikan tugasnya. Dengan demikian, pihak sekolah tidak lagi mengangkat guru honorer.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pamekasan Prama Jaya mengatakan, pihaknya mendukung penuh wacana tentang penambahan masa pengabdian guru ASN tersebut. Menurutnya, wacana Kemendikbud itu, merupakan salah solusi terhadap persoalan guru honorer yang tak kunjung selesai.

Lebih lanjut Prama menyampaikan, jika rencana tersebut sudah berbentuk aturan, seluruh elemen penyelenggara pendidikan harus bersinergi dengan pemerintah. Hal itu bertujuan, agar tidak ada persoalan di kemudian hari.

“Dengan catatan harus betul-betul konsekuen dalam mengikuti persyaratan agar pemerintah dan pengelola sekolah tidak menambah honorer baru,” jelasnya.

Prama mengungkapkan, dalam wacana tersebut juga tertuang ide besar yang dinilai akan sangat menguntungkan para guru honorer yang sudah ada. Sebab, ketika guru ASN di suatu sekolah pensiun, disitu akan terjadi kekurangan guru.

Sementara untuk menekan jumlah guru honorer, pemerintah mengharuskan guru pensiun itu menambah masa pengabdiannya sampai ada penambahan formasi guru. Dengan demikian, ketika sudah ada penambahan formasi guru ASN, maka otomatis guru berhenti disitu, tanpa harus merekrut guru honorer.

“Jadi yang dulunya honorer bisa naik menjadi ASN untuk menggantikan PNS  guru yang sudah pensiun,” jelasnya.

Dikatakan Prama, jumlah guru ASN daerah Pamekasan jauh dari cukup, sehingga dia berharap segera ada penambahan formasi guru ASN, agar kebutuhan guru ASN bisa segera terpenuhi.

“Mudah mudahan ada regulasi nanti ketika ada penambahan guru ASN baru bisa memprioritaskan teman-teman yang sudah menjadi guru honorer baik K2 maupun non K2,” pungkasnya. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *