Disdik Pamekasan Pastikan CPNS Guru Tetap Ada

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BELUM TERBIT: Dinas Pendidikan Pamekasan telah mengantongi nama 184 orang guru PPPK namun belum memiliki SK.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Informasi mengenai bakal dihapusnya rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) bagi guru, telah diluruskan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Akhmad Zaini, bahwa sebenarnya bukan dihapus, melainkan hanya dikurangi.

Sementara itu, pemerintah akan memprioritaskan rekrutmen guru melalui sektor pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Rekrutmen guru PNS masih berlanjut, namun formasinya tidak segemuk tahun-tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Tapi di tahun berikutnya bisa saja akan ditambah besar-besaran,” ucap Zaini.

Namun di Pamekasan, rekrutmen guru melalui jalur PPPTK baru dilakukan sekali, yaitu pada tahun 2018 lalu. Jumlahnya sebanyak 184 orang, rinciannya: 155 orang sebagai guru SD dan 29 guru SMP. Namun hingga saat ini surat keputusan (SK) pengangkatam guru PPPK itu belum diterbitkan.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Karir Disdik Pamekasan, Fadlillah, pemerintah masih menggodok mengenai penerapan formasi PPPK. Sebab, terdapat perbedaan antara PNS dengan PPPK. Namun penjelasan teknis lebih lanjutnya belum diketahui pasti, karena belum diterapkan oleh pemerintah.

“Kami belum tahu pasti seperti apa perbedaannya. Karena pemerintah masih menggodok,” terangnya.

Di sektor lembaga pendidikan negeri, Kabupaten Pamekasan diketahui memiliki 3.624 guru PNS. Rinciannya: guru PAUD sebanyak 159 orang, guru SD sebanyak 3.012 orang dan guru SMP sebanyak 711 orang.

Selain itu, juga terdapat CPNS guru sebanyak 258 orang yang semuanya guru SMP, terdiri dari 256 orang sebagai guru kelas, satu orang guru agama dan satu orang lagi guru pendidikan, jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK)

Menurut Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Abdul Muin, masyarakat masih terbilang mengidolakan PNS sebagai profesi yang wajib diwujudkan. Sebab, di Pamekasan yang tidak memiliki banyak sektor industri, profesi guru PNS masih menjadi rujukan masyarakat Pamekasan, karena memiliki beberapa kompensasi di antaranya dana pensiun.

Karenanya, jika rekrutmen guru PNS dihapus juga akan berdampak pada rendahnya minat pelajar untuk kuliah di fakultas pendidikan atau tarbiyah. Perguruan tinggi sebagai produsen guru akan menyesali kebijakan pemerintah jika guru PNS dihapus.

“Di Pamekasan guru PNS masih jadi idola. Karena Pamekasan bukan kota industri mencari pekerjaan belum begitu mudah,” ujarnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *