Disdik Sampang Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PENDIDIKAN: Proses KBM metode PJJ berpengaruh terhadap pendidikan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Pada awal tahun 2021 bertepatan pada semester genap, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), tepatnya (25/1) kemarin. Sebelumnya, setiap sekolah memberlakukan PJJ akibat Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang, Nor Alam mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan dengan metode PJJ tersebut tidak efektif, sebab dalam proses pembelajarannya, guru tidak bisa berinteraksi langsung dengan siswa. Guru tidak bisa mengamati gerak-gerik siswa secara langsung.

Bacaan Lainnya

Namun, berbagai problem akibat adanya Covid-19, metode PJJ atau belajar dari rumah (BDR) tersebut tetap harus diterapkan. Hal itu sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di tengah  peserta didik.

Lebih lanjut, kata Nor Alam Disdik Sampang sebelumnya sudah menerapkan KBM secara PTM, namun karena akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 penyebaran meningkat, sehingga pada  4/1 kembali menerapkan pembelajaran secara BDR/PJJ.

Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sampang, sehingga semua sekolah tingkat SD dan SMP tidak diperkenankan menerapkan pembelajaran PTM.

“Tanggal 4 sampai 24 kemarin kembali BDR, dan 25/1 kembali PTM, dengan protokol kesehatan yang ketat, dan siswa yang boleh masuk hanya 50 persen dari jumlah yang ada,” imbuhnya.

Kendati demikian, kondisi pendidikan dalam penerapan PJJ tersebut jelas berpengaruh, karena ketika PJJ siswa seterusnya ada di rumah. Sedangkan ketika PTM, siswa sehari masuk sekolah sehari di rumah, jadi guru  bisa memberikan tugas untuk dikerjakan keesokannya.

Adapun untuk simulasi penerapan PTM sudah dilakukan pada awal-awal. Untuk berikutnya merupakan tindak lanjut dari sebelumnya.

Selain itu, untuk siswa yang terinfeksi Covid-19 saat ini sudah pulih, sehingga sudah bisa kembali mengikuti pembelajaran. Adapun siswa yang terinfeksi ada satu, dan untuk satunya hanya merupakan satpam sekolah.

“Pengaruh jelas, tapi mau bagaimana lagi demi keselamatan bersama. dan untuk simulasi PTM sudah dilakukan, detailnya sudah lupa,” pungkasnya. (mal/km58).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *