oleh

Disdik Sampang Kembali Wajibkan Guru Ngantor dan Absen Online Setiap Hari

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pasca dievaluasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang mewajibkan para kepala sekolah (kasek), guru dan tenaga pendidik harus ngantor setiap hari dan absen secara online.

Sebelumnya, mereka tidak diperkenankan mengajar di sekolah karena adanya wabah Covid-19, sehingga harus bekerja atau mengajar dari rumah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nur Alam melalui Kabid Pembinaan SD Mawardi mengatakan, aturan baru itu diterapkan untuk semua jenjang di bawah naungan Disdik,  mulai PAUD,/TK, BNFI, SD dan SMP.

Kemudian sistem kerja guru dan tenaga pendidik yang semula diatur berdasarkan shift, juga sudah tidak berlaku mulai 13 Agustus 2020, mereka wajib ngantor setiap hari sesuai ketentuan jam kerja yang berlaku. Namun mereka tetap harus menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Sedangkan aktivitas guru selama berada di sekolah, melakukan pendampingan, mengevaluasi kegiatan pembelajaran jarak jauh melalui daring yang dilaksanakan sebelumnya. Untuk pengaturan kerja guru itu tergantung kebijakan setiap lembaga pendidikan.

Namun kegiatan guru berkunjung ke rumah-rumah siswa tetap harus dilakukan dan terus mengevaluasi kegiatan belajar sebelumnya. Pasalnya selama satu bulan terakhir, penerapan sistem shift dalam pelaksanaan bekerja guru itu, ditengarai kurang efektif.

“Mulai hari Kamis ini, semua guru, tenaga pendidik wajib ngantor setiap hari, sesuai petunjuk Kemendikbud, jadi tidak sistem shift lagi,” ucap Mawardi saat ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya, Selasa (11/08/2020).

Kendati diwajibkan ngantor, tetapi jam kerja dikurangi sekitar 7 jam dalam sepekan. Yang awalnya 24 jam dalam sepekan, selanjutnya cukup 17 jam.

Mawardi mengakui bahwa proses pembelajaran selama masa wabah Covid-19 cukup merepotkan dan menyulitkan bagi guru dan siswa.

Namu dia mengklaim, tidak adanya guru  yang ngantor dan pelajaran dalam kelas, namun mereka tetap mengunjungi rumah siswa dan beraktivitas di kantor, mengevaluasi dan memantau perkembangan siswa secara daring serta wajib membuat laporan setiap pekannya.

“Kalau dulu siswa yang datang ke sekolah, tapi di era new normal ini, malah guru yang mendatangi siswa satu per satu ke rumahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Informasi Kepegawaian dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Hendro Sugiarto mengatakan, saat ini para aparatur sipil negara (ASN), khususnya guru dan tenaga pendidik di semua sekolah wajib absen secara online melalui aplikasi khusus yang disediakan pemkab.

Sementara untuk ASN yang bekerja di oragnisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan dan puskesmas itu, masih tetap melakukan absensi melalui fingerprint. Hal itu, bertujuan untuk meningkatkan kedesiplinan para abdi negara di daerah yang berjuluk Kota Bahari ini.

Sambung dia, sebenarnya absensi online dan fingerprint itu secara subtansi sama dan terkoneksi ke satu server, tapi media yang digunakan berbeda.

“Sampai sekarang, SD dan SMP yang sudah menerapkan absensi online sekitar 70 persen. Kami terus lakukan secara bertahap dan evaluasi secara rutin,” tukas Hendro. (sub/waw)

Komentar

News Feed