oleh

Disdik Sampang Pastikan Guru Honorer Tetap Terima Insentif Tiap Bulan

Kabarmadura.id/Sampang-Sejak diberlakukan belajar dari rumah melalui pembelajaran daring atau online akibat wabah Covid-19. Dengan begitu, kegiatan tatap muka, antara guru dengan peserta didik dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mangajar (KBM) dipastikan tidak ada.

Meski demikian, para guru, baik yang berstatus guru aparatur sipil negara (ASN) dan honorer, dipastikan tetap menerima hak berupa insentif.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Nor Alam mengatakan, selama diberlakukan pembelajaran daring, para guru khususnya yang berstatus honorer tetap mendapatkan haknya berupa insentif, meskipun tidak ada kegiatan tatap muka.

Disinggung soal adanya tambahan atau pengurangan insentif pada guru honorer di tengah merebaknya Covid-19. Nor Alam menegaskan besaran insentif dan mekanisme pencairan tetap sama, tidak ada perubahan dari sebelumnya.

“Meski KBM di tengah Covid-19 dilaksanakan melalui online, para tenaga honorer ini tetap mendapatkan insentif Rp350 ribu per bulan, karena hitungannya bukan pertatap muka, tapi bulanan, dan mereka tetap melaksanakan kewajibannya mengajar, seperti memberi tugas para siswa, memantau dan mengarahkan siswa dan sebagainya,” ucap Nor Alam kepada Kabar Madura, Minggu (19/4/2020).

Dirinya mengungkapkan, di tengah Covid-19, guru bukan tidak bekerja, tetapi bekerjanya cukup dari rumah masing-masing, sesuai anjuran pemerintah untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di berbagai daerah.

Sambung dia, pembelajaran daring tersebut, diklaim sudah mendapat pemakluman dari semua sektekhoter dan elemen masyarakat. Karena pembelajaran daring itu terpaksa dilakukan lantara ada musibah Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara.

“Tapi yang banyak tidak diketahui dan dipahami oleh orang, terkait jadwal pembelajarannya antara tatap muka dan daring ini, para siswa tetap belajar dari rumah dan guru mengajar dari rumah, bukan libur,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pendidikan (DP) Sampang Zainuddin berharap, nasib para guru, khususnya tenaga honorer tetap diperhatikan serta hak siswa mendapatkan pembelajaran harus ditunaikan. Pihaknya juga mengingatkan para guru dalam memberikan tugas kepada siswa untuk tidak terlalu memberatkan dan siswa harus dipantau secara maksimal.

“Kami harap kesejahteraan para tenaga honorer ini lebih diperhatikan dan kewajibannya dilaksanakan maksimal serta hak para siswa mendapatkan pembalajaran harus tetap diprioritaskan,” ujarnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed