Disdik Sampang Perlu Mengevaluasi Merosotnya DAK

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Dana alokasi khusus (DAK) untuk lembaga pendidikan di Sampang turun drastis. Kondisi itu, cukup mempengaruhi percepatan pemenuhan sarana pendidikan. Sehingga perlu dievaluasi. Hal ini diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Sampang Shohebus Sulton, Kamis (28/10/2021).

Berdasarkan data, kucuran DAK khusus lembaga pendidikan tahun ini sebesar Rp11.678.988.144, jumlah tersebut jauh di bawah kucuran DAK tahun lalu yang mencapai Rp12. 543.473.000. Sehingga penurunan anggaran mencapai Rp864.484.856.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, tahun ini sekolah penerima anggaran DAK jauh lebih sedikit. Yakni,  hanya 28 sekolah yang menerima anggaran DAK se-Sampang. Sedangkan tahun lalu, sekolah penerima mencapai 33 lembaga. Sedikitnya ada penurunan sebanyak 5 sekolah.

“Dinas Pendidikan (Disdik) harus mengevaluasi penyebab turunnya DAK. Tahun depan anggaran DAK harus kembali naik. Karena turunnya anggaran tahun ini hampir Rp1 miliar. Makanya perlu ada solusi dari pemerintah. Apa sebenarnya indikator turunnya anggaran dari pusat ini,” ujarnya.

Menurutnya, jika memang turunnya anggaran akibat dana dari pusat minim, tentu  tidak menjadi persoalan. Sebab anggaran di pusat juga mengalami pengurangan. Namun, jika hal itu akibat dari penilaian kinerja sekolah dan semacamnya, maka harus diperbaiki.

Sehingga jika dilakukan evaluasi akan diketahui penyebabnya. Jika memang ada nilai kinerja tidak memenuhi, maka Disdik berkewajiban melakukan pembinaan lebih baik kepada sekolah. Sehingga meningkatkan nilai pada data pokok pendidikan (dapodik).

Untuk diketahui, DAK dikucurkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah. Dengan tujuan, untuk mencapai pendidikan berstandar nasional. Anggaran tersebut digunakan dalam peningkatan sarana.

Seperti rehabilitasi ruang kelas, ruang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan ruang guru. Sementara untuk kegiatan selain fisik, berupa pengadaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan media pendidikan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan sekolah dasar (SD) Dinas Pendidikan Sampang Arief Budiansor mengaku, memang ada anggaran yang dikurangi dari pemerintah pusat. Namun juga perlu melakukan evaluasi untuk lebih baik.

“Kami pasti melakukan evaluasi. Tapi yang jelas, hampir di semua kabupaten mengalami penurunan,” responnya.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *