oleh

Disdik Sampang Terapkan Protokol Khusus untuk PPDB

Kabarmadura.id/Sampang-Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tengah merebaknya wabah Covid-19 di berbagai daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Sampang, diklaim tidak ada perubahan signifikan. Saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang sedang menggodok peraturan Bupati (Perbup) tentang PPDB tahun ajaran 2020.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nor Alam melalui Kepala Seksi (Kasi) Sarana Prasarana (Sarpras) SD Abdul Rahman mengatakan, berdasarkan petunjuk dari pemerintah pusat, sistem PBDB tidak ada perubahan pada saat situasi wabah Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya tetap mempersiapkan langkah-langkah penerimaan siswa baru, baik melalui online dan offline seperti tahun sebelumnya.

Hanya saja lanjut dia, untuk pendaftar offline, pihaknya menerapkan protokoler khusus saat mendaftar, yakni harus mengikuti panduan pencegahan penanganan Covid-19, baik bermasker, meencuci tangan, serta menjaga jarak.

“Untuk Perbup PPDB kali ini sedang digodok, guna menindak lanjuti Permendikbud 44/2019 tentang PPDB. Kemungkinan dalam satu pekan kedepan perbup ini sudah selesai dan segera di sosialisaikan ke setiap lembaga,” ucapnya, Kamis (16/4/2020).

Pihaknya menjelaskan, pada tahun ajaran 2020, hanya ada sebanyak 15 dari 520 sekolah dasar (SD) di Kota Bahari yang menerapkan PPDB online. Untuk SMP, baru 25 dari total 53 SMP negeri yang menerapkan PPDB online, sementara lembaga lainnya dipastikan masih tetap menerapkan sistem PPDB manual.

Lanjut Rahman, tidak semua lembaga plat merah mampu menerapkan PPDB online, karena beberapa kendala, meliputi ketersedian akses internet, biaya online yang relatif mahal dan lain sebagainya. Khusus lembaga swasta, seperti SDI memang tidak diatur dalam Perbup. Jadi tergantung kesiapan masing-masing lembaga.

Sambung dia, kendati belum ada kepastian para siswa masuk sekolah kembali, tetapi Disdik Sampang tetap mengantisipasi, mempersiapkan PPDB sesuai mekanisme tahun sebelumnya. Sebab lanjut dia, hingga kini belum ada petunjuk untuk menunda atau merubah sistem penerimaan siswa baru itu.

“Untuk pendaftaran PPDB tahun ini, kemungkinan baru dilaksanakan pada akhir bulan Mei 2020 mendatang,” ujar Rahman.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Sampang Mawardi menerangkan, PPDB untuk lembaga di bawah naungan Kemenag selama masa wabah Covid-19 dilakukan secara online dan melalui jalur manual. Khusus yang manual itu, karena terkendala dengan aksea jaringan, utamanya di daerah pelosok. Namun pihaknya telah mewajibkan lembaga tersebut untuk mengikuti protab pencegahan penanganan Covid-19.

Saat ini, di sejumlah lembaga madrasah di Sampang sudah ada yang menerapkan PPDB online yang memberlakukan jalur prestasi, seperti MI Fisabilillah dan lainnya. Akan tetapi kata dia, mayoritas madrasah dalam melaksanakan PPDB masih tetap manual.

“Di tengah merebaknya wabah Covid-19 ini, sistem PPDB ada dua opsi, pertema secara online, namun jika tidak dimungkin karena bebera hal, maka opsi kedua, yakni tetap dibenarkan dan diperbolehkan melaksanakan PBDB secara manual dengan protap khusus,” tandasnya. (sub/pin)

Komentar

News Feed