Disdik Sumenep Akuai SDN dan SMPN Nol Guru Penggerak

(KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Tidak semua sekolah di Sumenep memiliki guru penggerak sebagai penunjang proses belajar siswa serta manajemen di sekolah.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Sedikitnya, terdapat 48 guru penggerak di Kabupaten Sumenep. Masing-masing, 20 guru penggerak di tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat, sisanya di sekolah dasar (SD) an sekolah menengah pertama (SMP). Hal tersebut diungkapkan Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur (Jatim) Wilayah Sumenep Syamsul Arifin, Selasa (21/6/2022).

Menurutnya, bagi sekolah yang memiliki guru penggerak harus bersyukur. Sebab kinerja guru penggerak lebih profesional. Sehingga bagi sekolah yang belum memiliki guru penggerak, agar ikut serta dalam penyeleksiannya. Apalagi, berhubungan dengan penerapan kurikulum merdeka belajar. Sehingga penerapannya bisa maksimal dengan adanya guru penggerak.

Pihaknya menuturkan , untuk sekolah SMA sederajat yang memiliki guru penggerak yakni SMAN 1 dan 2 Sumenep, SMAN 1 Kalianget, SMAN Gapura, SMAN Lenteng, SMAN Batuan serta SMA Sayyid Yusuf. Sedangkan  jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS di SMA/SMK/SLB Negeri swasta di Sumenep sebanyak 1.792 guru.

Bacaan Lainnya

“Tugas-tugas dan manajemen sekolah akan lebih bagus jika sekolah ada guru penggeraknya, karena mendapatkan tambahan ilmu, seperti kepemimpinan, tugas-tugas dan manajemen sekolah. Ini sangat penting, karena juga berkaitan dengan kurikulum merdeka belajar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, tidak semua guru terdaftar sebagai guru penggerak. Sehingga, seluruh sekolah di bawah naungannya tidak memiliki guru penggerak. “Kami harap kedepan semua sekolah ada guru penggerak sebagai penunjang proses belajar mengajar serta manajemen di sekolah,” responnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Totok Iswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.