Disdik Sumenep: BOS Lambat Cair Sudah Biasa

  • Whatsapp
Tunjangan Pendidikan: Pemerintah juga berharap agar dana BOS berfungsi sebagaimana mestinya.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Menjelang tutup anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan, hingga kini banyak yang tak kunjung dicairkan. Itu di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep. Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta cukup mendominasi.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Pembantuan Tri Fatanah menjelaskan, problem yang menyebabkan lambannya pencairan BOS memang sudah hal yang lumrah; pemerintah tidak serta merta memberikan remomendasi terhadap sejumlah sekolah yang bertaburan di kabupaten paling timur Pulau Madura.

Hal itu dilakukan dalam rangka menyiasati fungsi belanja BOS sesuai dengan ketentuan, salah satunya pembelian buku materi pembelajara. Sehingga, jika laporan belanja itu tidak sesuai dengan surat pertanggungjawaban (SPj), sudah pasti mengakibatkan dana BOS gagal dicairkan.

Di samping itu, tambahnya, sekolah juga dituntut memberikan laporan yang valid, termasuk perincian pembelian buku beserta transaksi yang lain, utamanya laporan dari bank. Hal itu sebagai upaya penekanan terhadap penyalahgunaan dana yang bersumber dari BOS.

“Masih proses penyusunan SPj, tetapi sebagian sudah ada yang bisa dicairkan. Ya bantuan BOS kan harus jelas kegunaannya untuk apa saja. Jadi jika tidak ada laporan, ya tidak dapat cair,” katanya, Selasa (2/10).

Sementara itu, jumlah total keseluruhan SMP di Kota Keris sebanyak 183 unit. Terbagi dua; 43 negeri dan 140 SMP. Tetapi yang masih belum merampungkan laporan, sehingga untuk sementara waktu pencairannya ditunda terlebih dahulu. Itu sekolah-sekolah swasta.

Tri, sapaan akrabnya, kembali menyampaikan dari total keseluruhan sudah hampir seluruh SMP negeri yang telah mencairkan dana BOS. Sementara untuk sekolah swasta yang telah direkomendasikan oleh instansinya, masih tak lebih dari separuh.

“SMP yang sudah,  negeri itu tinggal sedikit 9 sekolah yang belum cair. Sementara kalau swasta, lebih separuh masih yang belum cair,” imbuhnya.

Perenpuan yang diberikan amanah mengurus proses pencairan BOS itu menyebutkan, memang yang menjadi penyebab utama persoalan BOS adalah keterlambatan dalam menyetor SPj ke instansinya. (ara/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *