Disdik Sumenep Hadirkan Dua Tagline Pendidikan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep tidak hanya menghadirkan digital di lingkungan sekolah untuk bahan pembelajaran antara siswa dan gurunya. Namun, juga dalam rangka memperbaiki sekaligus memberi bekal akhlakul karimah bagi siswa terhadap dunia digital.

Oleh karenanya, program pendidikan berbasis digital school dan pendidikan akhlakul karimah menjadi satu paket. Itu tidak bisa dipisahkan dan bahkan saling terkait antara keduanya.

Siswa tidak hanya sebatas menguasi teknologi, tapi juga dibekali akhlakul karimah untuk pemanfaatannya. Sehingga, digital yang hadir di sekolah dan digunakan siswa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Itu guna kepentingan pendidikan semata.

“Siswa tetap aman dari penggunaan digital seperti internet. Otomatis mendorong akhlak siswa semakin baik. Sebab, telah ada pendidikan akhlak yang sudah diterima siswa. Jadi, siapkan akhlak untuk menuju digital school,” kata Kepala Disdik Sumenep, Bambang Irianto.

Oleh karenanya, terhadap program smart digital school dan akhlakul karimah, kemudian muncul tagline oleh Disdik Sumenep, yakni ‘Safety for Internet Go to School’ dan ‘Safety Akhlak Go to School’.

Sebagaimana diketahui, program smart digital school menggunakan teknologi, namun berbasis ofline. “Kalau siswa belajar tanpa internet di kelas, itu bagian dari perkembangan kualitas akhlakul karimah,” katanya.

Laju teknologi itu, lanjut Bambang, tidak bisa dibendung. Justeru harus dikenalkan dan siswa harus bisa memahami, kemudian diberi bekal supaya tidak menyalahgunakan kepada hal-hal yang tidak baik.

“Maka, siswa akan mengerti menggunakan teknologi digital seperlunya. Misalnya untuk kepentingan belajarnya. Kalau di sekolah diberi pendidikan akhlak memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar, insya Allah akan lahir pelajar yang ulul albab,” tukasnya. (ong/nam)

Apresiasi Smart Digital School,

Bupati Sumenep: Pemanfaatan Teknologi Harus Dimaksimalkan

BERKOMITMEN: Bupati Sumenep saat hadir ke workshop dan melihat langsung proses IT untuk ditetapkan pada program smart digital school, Jumat (28/6).

Kabarmadura.id/SUMENEP-Bupati Sumenep A Busyro Karim meninjau langsung workshop sistem pembelajaran kelas berbasis digital. Workshop dilaksanakan di Gugus Pendidikan berlangsung selama sepekan, yakni mulai Senin (24/6) sampai dengan Minggu (30/6).

Workshop tersebut merupakan kelanjutan dari penerapan Smart Digital School di Sumenep sejak tahun ajaran 2019-2020. Selama kegiatan workoshop, baik guru mata pelajaran, operator, maupun guru Bimbingan Konseling (BK) diberikan pelatihan.

Terhadap program smart digital school hingga pelaksanaan workshop sebagai tindak lanjut dari program Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Bupati Sumenep sangat mengapresiasinya. Sebab, tegas Bupati, program itu merupakan terobosan dan inovasi guna memajukan dan mengembangkan dunia pendidikan di Bumi Sumekar.

Menurut orang satu di Sumenep itu, saat ini memang sudah memasuki era digital. Sehingga bagaimanapun juga, perkembangan teknologi yang terus berkembang tidak bisa ditolak, justeru harus dimanfaatkan dengan baik. Baik demi pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya.

“Eranya saat ini adalah, era digital. Jadi, ada era pertanian, ada pula era industri hingga pada era digital,” katanya.

Saat ini, lanjut bupati dua periode itu, sudah masuk era digital. Jadi, era pertanian dan era industri juga sudah mulai berkembang ke era digital. Misalnya, petani saat ini sudah menggunakan digital, termasuk juga industri untuk kepentingan perkembangan pertanian dan industri tersebut.

“Seperti di Thailand, saat saya ke sana. Petani di Thailand tidak harus menjual hasil pertaniannya ke pasar, karena sudah memanfaatkan canggihnya teknologi yang ada,” ceritanya mengungkapkan pengalamannya.

Dikatakan, transaksi jual beli saat ini tidak harus datang ke toko, karena menggunakan digital. Orang yang ingin membeli sesuatu tidak harus beranjak dari rumahnya ke lokasi jual-beli. Makanya, sejumlah toko besar sudah banyak yang tutup karena perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Begitu juga di dunia pendidikan, juga sudah menggunakan digital sebagai interaksi antara siswa dan gurunya. Hal itu tentunya merupakan perkembangan yang baik, menuju pendidikan yang lebih baik pula.

Untuk itu, ujar Bupati, program yang diterapkan oleh Disdik Sumenep berupa smart digital school merupakan langkah luar biasa dan kemajuan yang mengikuti era digital yang berkembang saat ini.

Untuk itu, pihaknya mendukung langkah untuk kemajuan pendidikan dengan pemanfaatan digital. Itu demi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Sumenep. Sebab, perkembangan teknologi akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk siswa.

“Di berbagai negara, antara siswa dengan guru saat belajar tidak harus bertemu; sang anak didik ada di rumahnya, begitu juga gurunya. Tapi interaksi kegiatan belajar mengajar (KBM) antara siswa dan guru tetap bisa berlangsung meski tanpa tatap muka secara langsung,” paparnya.

Oleh karenanya, sebagaimana disampaikan politisi PKB itu, semua hal yang berkaitan dengan teknologi, bagus untuk ditetapkan pada program kerja, seperti penetapannya oleh program Disdik tersebut.

“Saya kira teknologi sangat bisa dimanfaatkan anak didik buat meningkatkan kualitas belajar mereka,” tukasnya. (ong/nam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *