oleh

Disdik Sumenep Janji Cairkan Honor dan Transport Guru di Oktober Ini

KABARMADURA.ID, Sumenep -Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep akan menerima Rp46 miliar untuk peningkatan pendidikan. Dana itu dialokasikan untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), Dewan Pengawas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Peningkatan Ekonomi Kerakyatan (Pipek), pengembangan Pramuka serta bantuan sosial (bansos) untuk guru.

Kasubag Pembantuan Disdik Sumenep Tri Fatanah mengatakan, anggaran itu bersumber dari bantuan pemerintah pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep. Dana dari pemerintah pusat ituakan dipergunakan untuk biaya operasional PAUD sebesar Rp15 miliar dan penyelenggara pendidikan kesetaraan Rp6 miliar.

Sedangkan dari APBD berupa dana alokasi khusus DAK, realisasinya untuk fasilitas sekolahsebesar Rp21 miliar, DPKS Rp550 juta, Pipek sebesar Rp13 miliar, pengembangan Pramuka Rp750 juta, bansos untuk guru sebesar Rp7,5 miliar.

Realisasinya dibagi dua jenis, yakni belanja langsung dan tidak langsung. Untuk belanja langsung meliputi pengadaan barang, seperti bantuan afirmasi. Sedangkan belanja tidak langsung, berupa bantuan operasional PAUD, Pramuka, bansos guru non PNS, honorarium guru dan sebagainya.

“Belum terealisasi semua, paling sekitar 40 persenan yang sudah tersalurkan, misalnya seperti BOS sekolah, itu anggaran yang melalui Disdik Sumenep,” ujarnya, Minggu (11/10/2020).

Tri Fatanah menegaskan, peningkatan pendidikan yang belum terealisasi hingga saat ini adalah honorarium dan transport untuk guru. Namun ditarget pada Oktober ini akan terealisasi, sebab,dia berjanji akan memaksimalkan realisasi anggaran tersebut tahun ini.

“Kami masih menunggu PAK, sebagai syarat mencairkan bantuan-bantuan tersebut,” tegasnya.

Belum penuhnya realisasi anggaran itu juga lantaran mewabahnya Covid-19 yang sampai saat ini terus berlanjut.

“Pasti cair semuanya tahun ini, sementara tahapan demi tahapan terus dilakukan, misalnya verifikasi data guru penerima atau sekolah, takut ada yang sudah meninggal, atau sudah pernah mendapatkan, seperti transport guru itu sistemnya gantian, guru yang belum dapat akan dimaksimalkan,” jelasnya.

Sementara itu,anggota Komisi lV DPRD Sumenep Samiuddin mengatakan, untuk anggaran yang memang dikhususkan sebagai penunjang pendidikan, akan menjadi atensi untuk dimaksimalkan.

“APBD kita itu memang hampir 40 persen untuk pendidikan, jika kualitas pendidikan masih stagnan, berarti tidak banyak manfaat bantuan tersebut,” tegasnya. (ara/ito/waw)

 

Komentar

News Feed