oleh

Disdik Sumenep Pastikan Pendidikan kepada Narapidana Terpenuhi

KABARMADURA.ID, Sumenep – Dalam rangka memfasilitasi pembelajaran dan menuntaskan buta aksara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep merancang berbagai macam cara, salah satunya adalah memberikan perhatian kepada narapidana atau tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sumenep.

Tidak hanya sekedar diajari membaca dan menulis, narapidana bisa mendapatkan ijazah setara SD, SMP, SMA, sebab sudah terdaftar sebagai peserta didik atau sekolah kejar paket.

Bupati Sumenep A Busyro Karim menyampaikan, persoalan fasilitas, termasuk dari pembiayaan memang ditanggung, sehingga dengan fasilitas tersebut belajar seperti amanah undang-undang tidak terikat atau terbatas oleh ruang dan waktu. Bahkan program tersebut terbilang langka, se Jawa Timur hanya ada di Sidoarjo dan Sumenep.

“Menanamkan pengetahuan merupakan kewajiban kita, seperti kandungan UUD 45, pendidikan harus diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, di mana pun berada, termasuk di rutan sini,” katanya, Rabu (7/10/2020).

Tenaga pendidik yang dilibatkan juga sudah tidak bisa diragukan lagi, dalam pantauan Kabar Madura, bupati dua periode itu menguji satu persatu peserta didik, mulai dari tes tulis, menghafalkan, dan berbicara bahasa Inggris.

Politisi senior PKB itu sangat sumringah, sebab apa yang diujikan kepada peserta didik, dapat terjawab dengan sempurna. Bahkan setiap peserta yang bisa maju ke depan diberikan bingkisan berupa hadiah.

“Guru yang mengajar ada 6 orang, sehingga program tersebut dapat memberikan manfaat kepada narapidana, terlebih ketika pulang nanti kekhilafan yang dilakukan, tidak terulang lagi, dan menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat,” imbuhnya.

Bagi narapidana yang belum bisa dinyatakan lulus tapi sudah sampai pada waktu pulang atau habis masa tahanannya, maka dapat melanjutkan sekolah paket di daerah masing-masing, atau daerah terdekatnya.

Kegiatan tersebut selain memperluas akses pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal, sehingga meningkatkan angka masyarakat berpendidikan khususnya di Sumenep, juga bertujuan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM), mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan memfasilitasi peningkatan kinerja lembaga pendidikan nonformal.

Kurikulum yang digunakan pada kegiatan pembelajaran pendidikan kesetaraan di Rutan Kelas II ini yaitu kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan. Sedangkan waktu pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan jadwal kegiatan di rutan, yaitu hari Senin dan Selasa untuk Paket C, Rabu dan Kamis untuk Paket B, serta Jum’at dan Sabtu untuk Paket A (dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB, telah berlangsung sejak 14 September 2020).

Untuk sampai lulus dan mendapatkan ijazah, waktu yang ditempuh pada masing-masing jenjang pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C adalah selama 3 tahun.

Jumlah peserta didik seluruhnya di Rutan Kelas II B Sumenep sejumlah 41 orang, program Paket A sejumlah 12 orang, program Paket B sejumlah 14 orang dan peserta didik program Paket C sejumlah 15 orang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Carto berharap, program tersebut terus berlanjut, sebagai upaya lain pihaknya juga memberikan fasilitas kepada puluhan PKBM sebagai lembaga formal agar narapidana bisa melanjutkan ketika sudah pulang.

“Kami berharap program ini terus berlanjut, meskipun saya sudah tidak bertugas di Dinas Pendidikan, dan pak kepala rutan ini dipindahtugaskan, semoga bisa bermanfaat hasil pengetahuannya,” paparnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed