Disdik Sumenep Pastikan Penerapan Digital School Merata

  • Whatsapp
PROGRAM INOVATIF: Bupati Sumenep A Busyro Karim bersama Wabup Sumenep Achmad Fauzi di launching program digital school.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep optimis, program digital school akan menyasar ke seluruh lembaga pendidikan di bawah binaannya. Program tersebut, memprioritaskan sekolah menengah pertama (SMP) berstatus negeri maupun swasta.

Kepala Disdik Kabupaten Sumenep Bambang Irianto menyebut, digital school merupakan program yang mengajak masyarakat untuk lebih memaksimalkan sesi positif dalam menyikapi perkembangan zaman.

“Mindset masyarakat harus diubah, karena digital school ini bukan lagi hadir sebagai ancaman, melainkan bentuk sikap kritis terhadap tantangan zaman,” katanya, kemarin (24/9/2019).

Bambang melanjutkan, program tersebut memang terbilang terobosan baru, tetapi secara esensial sudah lama. Dalam program itu, pendidik dituntut agar lebih peka terhadap perkembangan teknologi. Karena, seluruh materi pembelajaran sudah ada di sistem, sehingga efek positifnya, peserta didik tidak perlu mengakses bacaan di kertas.

Pemerataan sasaran sekolah di bawah binaannya, ujar mantan kepala Dinas PU Cipta Karya Sumenep itu, bukan merupakan paksaan, karena pemerintah memang telah memikirkan secara matang terhadap kondisi-kondisi semua pendidikan di Sumenep.

“Untuk pengadaan sarana misalnya seperti pengadaan tablet yang sebelumnya untuk pengadaan buka bisa digunakan untuk pengadaan tablet, jadi pemerintah tidak akan membiarkan begitu saja,” imbuhnya.

Sementara, program digital school ini kelayakannya sudah teruji, karena para petinggi yang bertanggung jawab terhadap dunia pendidikan, telah memberikan rekomendasi. Bahkan program tersebut telah jadi bahan studi banding dari berbagai kabupate/kota di Indonesia.

“Menteri pendidikan sudah mengesahkan program digital school ini, bahkan program ini perdana di Indonesia dan di Sumenep, banyak teman-teman yang akan ke sini untuk study banding,” paparya.

Terpisah, Muhsinuddin, salah satu kepala SMP swasta di Sumenep memberikan apresiasi terhadap program tersebut, meskipun sebelumnya dirinya sempat keberatan terhadap progran tersbut, karena pemerintah dianggap tutup mata dengan tindak lanjut dan teknisnya.

“Oke, kalau memang pemerintah membantu pengadaan alat-alatnya, saya sangat setuju kalau seperti itu, karena masih menantang UNBK itu, digital school kan offline, resikonya kecil,” katanya, Selasa (23/9). (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *