oleh

Disdik Sumenep Pastikan Rutin Pantau PTM Terbatas

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep memastikan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dilaksanakan pada Selasa (25/01/2021), dibatasi sebanyak 50 persen

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Mohamad Iksan mengatakan, penerapan PTM itu sudah disosialisasikan melalui surat edaran nomor 490/90/435.101.1/2021 tentang PTM semester genap tahun pelajaran (tapel) 2022/2021. Surat edaran itu sudah dikirim ke setiap sekolah.

Selanjutnya, Disdik akan memantau sekolah yang menyelenggarakan PTM. Tujuannya, untuk memastikan masing-masing sekolah menerapkan protokol kesehatan. Jika dalam pelaksanaan uji coba itu ada pelanggaran protokol atau kasus baru penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, pelaksanaan uji coba akan dihentikan.

Termasuk jika dijumpai pelanggaran protokol kesehatan atau sekolah berada pada peta resiko tinggi penyebaran Covid-19.

“Semoga tidak ada kendala. Sehingga dapat PTM dapat diaplikasikan dengan baik. Akan terus dikawal mengenai penerapan protokol kesehatannya,” ujar Iksan, Senin (25/01/2021).

Diketahui, terdapat sekitar 1.745 sekolah di bawah naungan Disdik Sumenep yang akan menggelar PTM itu, di antaranya 900 pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak kanak (TK) sebanyak,  575 sekolah dasar negeri dan swasta, 79 SD Islam, 43 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan 148 SMP swasta.

Sementara itu, Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Zainurrosi mengatakan, penerapan PTM di lembaga pendidikan di bawah naungannya juga akan menerapkan PTM pada Selasa (25/01/2021). Hal itu disepakati, karena kondisi saat ini Covid-19 sudah mulai reda.

“Ya, penerapan PTM akan segera berlangsung,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, berdasarkan SE gubernur nomor 900/34/101.6.31/2020 dan nota Dinas Pendidikan Jawa Timur membuka PTM terbatas pada Selasa (26/01/2021) mendatang.

Dalam pelaksanaanya, maksimal 50 persen dari siswa yang masuk setiap hari dan satu kelas diisi paling banyak 18 siswa.

Dalam setiap harinya, jumlah jam tatap muka 4 jam pelajaran,” pungkasnya. (imd/waw)

Komentar

News Feed